Kamis 06 Februari 2020, 14:04 WIB

Bayi Baru Lahir di Tiongkok Positif Virus Korona

Nur Aivanni | Internasional
Bayi Baru Lahir di Tiongkok Positif Virus Korona

AFP/Noel Celis
Warga mengenakan masker mengambil gambar menggunakan ponsel mereka di Shanghai, Tiongkok

 

SEORANG bayi Tiongkok yang baru lahir didiagnosa terinfeksi virus korona hanya dalam kurun waktu 30 jam setelah dilahirkan. Media pemerintah pun menyebut kasus tersebut tercatat sebagai kasus termuda sejauh ini.

Dikutip dari BBC, bayi tersebut lahir pada 2 Februari di sebuah rumah sakit di Wuhan, pusat dari wabah virus korona. Sang ibu dinyatakan positif virus korona sebelum melahirkan.

Para ahli medis mengatakan bahwa itu bisa menjadi kasus penularan virus korona sat anak berada di dalam kandungan.

"Ini mengingatkan kita untuk memperhatikan ibu ke anak yang mungkin menjadi jalur penularan virus korona," kata Kepala Dokter dari Departemen Kedokteran Neonatal Rumah Sakit Anak Wuhan, Zeng Lingkong.

Baca juga: Gara-Gara Korona, Pesta Pernikahan Terpaksa Lewat Live Streaming

Tetapi, ada kemungkinan bayi tersebut terinfeksi setelah lahir karena berhubungan dekat dengan sang ibu.

Di sisi lain, dikutip dari AFP, Kamis (6/2), sepuluh orang lagi yang berada di kapal pesiar di lepas pantai Jepang positif terinfeksi virus korona.

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan jumlah orang yang terinfeksi virus di kapal tersebut bertambah menjadi 20 orang.

Pihak berwenang Jepang telah menguji 273 orang di antara sekitar 3.700 penumpang dan awak kapal. Saat ini, pihaknya memiliki 71 hasil tes yang sebelumnya baru menerima 31 hasil tes.

"Saya tidak memiliki informasi tentang situasi saat ini, tetapi mereka yang dites positif akan dikirim ke rumah sakit," katanya.

Di pelabuhan, para petugas terlihat mengenakan pakaian pelindung warna putih yang menutupi seluruh tubuh mereka, lengkap dengan masker dan helm.

Para penumpang telah diberitahu bahwa mereka mungkin harus tinggal di pesawat selama 14 hari, bahkan jika mereka dinyatakan negatif dari virus korona.

Beberapa orang keluar ke balkon ketika kapal berlabuh pada hari Kamis (6/2), beberapa melambaikan tangan untuk mengumpulkan media atau mengambil gambar.

Orang-orang di atas kapal nampak kebingungan dan bosan setelah dikurung di kabin menyusul keputusan pemerintah Jepang untuk mengkarantina kapal pesiar tersebut. (BBC/AFP/OL-1)

Baca Juga

BIRO PERS SETPRES LAILY RACHEV

Suga ke RI, HRWG Desak Renegosiasi Skema Kerja Magang ke Jepang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 06:12 WIB
Alih-alih meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta memperbaiki nasib, sebelum mereka berangkat, banyak dari para pekerja magang ini...
AFP/Olivier Douliery

Pertumbuhan Pelanggan Lambat, Saham Netflix Anjlok

👤Tesa Oktiana Surbakti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:15 WIB
Pada awal pandemi covid-19, pelanggan Netflix bertambah 28,1 juta. Namun pada kuartal III 2020, hanya 2,2 juta dari jumlah tersebut...
AFP

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:45 WIB
ANGGOTA Dewan Keamanan PBB meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata baru di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya