Kamis 06 Februari 2020, 13:51 WIB

Krisis BBM, Pulau Enggano Gelap Gulita

Marliansyah | Nusantara
Krisis BBM, Pulau Enggano Gelap Gulita

DOK UTER WIDODO
Pantai Pulau Enggano

 

SEDIKITNYA 4.000 ribu jiwa warga di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu gelap gulita akibat listrik padam selama sepuluh hari terakhir. Penyebabnya krisis listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) setempat tidak ada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sejak 28 Januari lalu, kondisi listrik di Kecamatan Enggano padam total  karena PLTD yang biasa digunakan masyarakat setempat tidak bisa beroperasi lantaran tidak ada BBM.

Camat Enggano, Marlansius mengatakan, saat ini Pulau Enggano seperti kota tak bertuan karena gelap gulita sejak sepekan terakhir, akibat listrik padam lantaran pasokan BBM untuk menghidupkan PLTD tidak ada. Jadi mesin pembangkit tidak bisa beroperasi.
      
"Pulau Enggano kalau malam hari seperti kota hantu atau tak bertuan sejak Selasa (28/1) lalu akibat pasokan BBM tidal ada di PLTD," ujar Marlansius, Kamis (6/1).

Saat ini, lanjut dia, Pulau Enggano seperti pulau tak berpenghuni akibat sudah sepekan terakhir mengalami kekosongan BBM. Warga Pulau Enggano sangat berharap dari Pemprov dan Pemkab Bengkulu Utara untuk segera memberikan solusi terkait masalah yang sedang dihadapi masyarakat Pulau Enggano. Pulau Enggano yang berjarak kurang lebih 120 mil dari arah Kota Bengkulu gelap gulita. Pemadaman tersebut setelah PLTD berkapasitas satu mega watt (MW) tidak bisa lagi beroperasi, lantaran krisis BBM.
     
Kepala Desa Apoho, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Redy Heloman Kaitora menambahkan BBM di Pulau Enggano untuk mengoperasionalkan PLTD biasanya dibeli PT PLN dan PT Pertamina. Bahkan pasokan gas masyarakat juga habis.

"Tapi sampai sekarang belum ada solusi sama sekali," kata Redy.

Sementara itu,  Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah mengatakan Pemprov Bengkulu akan menggunakan kapal PT PELNI untuk mengangkut BBM ke Pulau Enggano.

"Kelangkaan BBM di Pulau Enggano, diakibatkan terkendala transportasi angkutan karena kapal pengangkut BBM ke Pulau Enggano yaitu kapal motor (KM) Pulo Tello belum dapat digunakan karena masih dalam perbaikan," terang Dedy.

baca juga: Puluhan Apoteker Tolak Peraturan Menkes Rugikan Profesi Apoteker

Untuk itu, lanjut dia, perlu solusi untuk mengangkut BBM ke Pulau Enggano, dengan segera. Kebutuhan BBM warga Pulau Enggano selama ini diangkut dengan menggunakan KM Pulo Tello. Rata-rata BBM yang dibawa adalah Premium sebanyak 10 kilo liter (KL), Pertalite 15 KL, dan Biosolar 4.155 KL untuk mengisi Stasiun Pengisian
Bahan bakar Umum (SPBU) di pulau terluar itu. (OL-3)

 

Baca Juga

dok pemprov jatim

Pasien Usia 76 Tahun Sembuh Covid-19 Di Jatim

👤Aries Wijaksena 🕔Rabu 01 April 2020, 12:58 WIB
Total pasien positif Covid-19 di Jatim yang dinyatakan sembuh menjadi 17...
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sejumlah Pejabat di Pemprov Banten Ramai-ramai Diperiksa Kejati

👤Wibowo Sangkala 🕔Rabu 01 April 2020, 12:56 WIB
Ada lebih dari enam pejabat di Pemprov Banten yang sudah dimintai keterangan terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tahap I...
MI/Depi Gunawan

Longsor Timbun Jalan Alternatif ke Subang

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 01 April 2020, 12:47 WIB
Tebing setinggi 15 meter ambrol dipicu hujan deras di  Di Jalan Sukaraja, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, menyebabkan jalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya