Kamis 06 Februari 2020, 13:37 WIB

Fogging Dihentikan, Kasus DBD di Tasikmalaya Naik

Kristiadi | Nusantara
Fogging Dihentikan, Kasus DBD di Tasikmalaya Naik

ANTARA
Kasus demam berdarah dengue di Kota Tasikmalaya naik. Salah satu penyebabnya aktivitas fogging dihentikan di daerah endemis

 

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan. Satu orang meninggal dunia di awal Februari ini.
Saat ini jumlah pasien DBD mencapai 45 orang yang dirawat di RSUD dr Soekardjo dan rumah sakit swasta lainnya.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan kasus DBD selama Januari dan Februari meningkat hingga mencapai 45 kasus, dan satu orang meninggal dunia.

"Kauss DBD tercatat 45 orang dan salah satunya meninggal dunia. Atas kejadian itu, Pemkot Tasikmalaya belum menyatakan status kejadian luar biasa. Karena, selama Januari dan Februari ini warga harus tetap waspada atas kejadian itu, terutama melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan membersihkan lingkungan," ujarnya Kamis (6/2).

Suryaningsih mengatakan, meningkatnya DBD di Kota Tasikmalaya selama ini disebabkan pemerintah daerah tidak lagi menggalakan fogging setiap daerah endemis DBD. Masyarakat diarahkan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Upaya yang dilakukan sekarang ini mengantisipasi dengan membuat gerakan satu rumah satu jumantik, dengan melibatkan puskesmas dan RT/RW agar mereka tetap siaga melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk. Upaya lainnya yakni menebar ikan cupang supaya bintik nyamuk yang menetas bisa dimakannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat membenarkan bahwa jumlah pasien DBD meningkat dan satu orang meninggal dunia.

baca juga: Satu Meninggal Dunia di Sragen Karena DBD

"Wabah DBD dipastikan akan terus mengalami peningkatan jika pola PSN itu masih rendah. Serangkan nyamuk akan meningkat. Upaya untuk menangkal bisa dilakukan agar mengurangi penyebaran nyamuk demam berdarah. Untuk endemis DBD selama ini berada di 69 kelurahan dan tersebar di 10 kecamatan. Temuan kasus paling banyak Cibeureum, Cihideung, Tawang dan Cipedes," paparnya. (OL-3)

 

 

Baca Juga

Dok, Pemkab Jayapura

Bupati Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan di Jayapura

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 01 April 2020, 23:17 WIB
Penyemprotan yang dilakukan serentak di Distrik Sentani Kota, Sentani Timur dan Sentani...
Dok. Pemkab Tegal

Wakil Bupati Tegal Donasikan Gaji Untuk Bantu Penanganan Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 01 April 2020, 22:43 WIB
Ardie mengatakan, hal itu dilakukannya karena dampak covid-19 bukan hanya pada segi kesehatan saja, tapi juga berdampak pada kondisi sosial...
AFP

Pemkab Batanghari Bantu Keuangan Warga Terdampak Covid-19

👤Solmi 🕔Rabu 01 April 2020, 21:45 WIB
Pemkab Batanghari bantu puluhan ribu warga yang mengalami kepayahan hidup akibat terdampak pandemic korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya