Kamis 06 Februari 2020, 13:28 WIB

Gara-Gara Korona, Pesta Pernikahan Terpaksa Lewat Live Streaming

Nur Aivanni | Internasional
 Gara-Gara Korona, Pesta Pernikahan Terpaksa Lewat Live Streaming

Roslan Rahman/AFP
Warga Singapura mengenakan masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus korona.

 

PERNIKAHAN pasangan asal Singapura, Joseph Yew dan istrinya, Kang Ting, tidak bisa digelar sebagaimana mestinya. Penyebaran virus korona membuat para tamu khawatir tertular. Apalagi pasangan tersebut baru saja kembali dari Tiongkok.

Yew dan istrinya tiba di Singapura beberapa hari sebelum pesta pernikahan yang digelar pada 2 Februari di M Hotel. Pasangan itu sebenarnya telah menikah di Tiongkok pada Oktober lalu. Adapun pernikahan yang digelar di Singapura ditujukan bagi keluarga dan rekan yang tidak bisa hadir di Tiongkok.

Ketika para tamu mengetahui pasangan itu baru saja kembali dari Tiongkok, banyak yang khawatir. "Beberapa dari mereka mengatakan mereka tidak akan datang," kata Yew seperti dikutip dari BBC, Kamis (6/2).

Pasangan tersebut sempat berpikir untuk menunda acara pernikahan, tetapi pihak hotel mengatakan tidak bisa. Pasalnya, semua hal sudah diatur dan tidak bisa dinegosiasikan. "Jadi kami merasa tidak punya pilihan selain melanjutkannya," ucap Yew.

Baca juga: Seorang WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Korona

Untuk mengantisipasi kekhawatiran yang merebak, pasangan itu pun memutuskan tidak hadir di lokasi pernikahan. "Kami memberi tahu para tamu bahwa kami akan melakukan konferensi video. Beberapa dari mereka terkejut," cerita Yew.

Bahkan, orang tua Yew awalnya sempat tidak setuju dengan rencana tersebut. "Saya pikir jika kita berada di sana, suasananya akan berbeda. Orang-orang akan was-was," lanjutnya.

Dalam acara pernikahan tanpa pasangan pengantin, hadir 110 dari 190 tamu yang diundang. Pasangan pengantin bersulang dan menyampaikan pidato mereka melalui konferensi video, untuk menghibur para tamu yang hadir di aula pernikahan.

Tidak hanya itu, orang tua Kang pun tidak dapat menghadiri pernikahan tersebut. Sebab, terdapat pembatasan perjalanan yang diberlakukan akibat penyebaran virus korona. Pada 2 Februari, pasangan itu menghadiri pesta pernikahan melalui konferensi video dari salah satu kamar di M Hotel.

"Kami berterima kasih kepada para tamu dan meminta mereka menikmati makan malam," kata Yew.

Pihak hotel juga mengirimkan sampanye kepada pasangan tersebut. "Kami tidak sedih, tapi agak kecewa. Saya pikir tidak ada pilihan lain, sehingga (saya) tidak perlu menyesal," tandasnya.(BBC/OL-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More