Kamis 06 Februari 2020, 11:05 WIB

Maksimalkan Potensi Batu Bara, Sumsel Tambah Angkutan

Dwi Apriani | Nusantara
Maksimalkan Potensi Batu Bara, Sumsel Tambah Angkutan

MI/DWI APRIANI
Gubernur Sumsel Herman Deru (nomor empat dari kiri) mengecek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Kelurahan Keramasan, Palembang.

 

PROVINSI Sumatra Selatan kaya akan sumber daya alam. Mulai dari batu bara, minyak, gas alam hingga hasil perkebunan dan pertanian. Hasil bumi ini tersebar di 17 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Selatan. Untuk meningkatkan hasil sumber daya alam Sumsel, Gubernur Sumsel Herman Deru akan memaksimalkan moda angkutan untuk hasil bumi tersebut, khususnya batubara yang menjadi sumber pendapatan daerah baik dari ekspor batubara keluar negeri ataupun dalam negeri.

Saat mengecek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Kamis (6/2), Herman Deru menjelaskan, sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah dari hasil produksi batubara di Sumsel, pada Juni 2020 ini pihaknya akan meluncurkan penambahan angkutan batubara.

"Juni nanti, kita akan ground breaking penambahan angkutan batu bara. Nanti kita akan bicarakan ini dengan Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi)," kata dia.

Dengan adanya ground breaking ini diharapkan akan ada peningkatan dari kapasitas produksi saat ini.

"Penambahan kapasitas lebih dari 100 persen untuk penambahan ekspor batu bara keluar Sumsel," kata dia.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat memiliki program pembangunan double track untuk angkutan batubara dan hasil bumi lain. Dan dalam kunjungan yang dilakukan di rel kereta api di Keramasan itu, Herman Deru ingin memastikan kesiapan dan pemanfaatan rel barang khusus batubara yang sudah ada.

"Kita sudah ada Pergub mengenai angkutan batubara harus memakai jalur khusus, salah satunya kereta api. Moda angkutan ini dinilai lebih efisien. Saya tinjau stasiun Simpang ini dan ternyata masih dapat kita maksimalkan lagi pemanfaatan batu bara. Contohnya, dari tambang batu bara dibawa ke stasiun Simpang ini pakai kereta. Dari stasiun Simpang ini, kemudian diangkut lagi ke terminal khusus dan dikirim untuk di ekspor atau dipakai di dalam negeri," kata dia.

Diakui Herman Deru, dirinya mendapat kejutan bahwa BUMD yang dimiliki Sumsel yakni PT Sriwijaya Mandiri Sumsel sudah menata program untuk meningkatkan PAD Sumsel dalam sektor tersebut.

"Suprise yang saya dapatkan hari ini, bahwa BUMD kita tidak mau sampai kalah berperan. Saya melihat dari kejauhan langkahnya, dan ternyata kerjanya kongkrit. Dan terlihat dari upaya mereka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui batu bara ini," jelasnya.

Dengan adanya pemanfaatan angkutan batubara melalui kereta api, Herman Deru menuturkan, bukan hanya dapat meningkatkan ekspor sumber daya alam saja, melainkan bisa menciptakan tertib lalu lintas dan membuka peluang tenaga kerja dimana tenaga kerja lokal dapat dilibatkan.

"Jika ekspor kita meningkat, tentu dampaknya meningkat juga pendapatan asli daerah. Dan pemanfaatannya tetap kita kawal agar PAD bisa bermanfaat langsung untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada guna PAD besar jika tidak digunakan untuk rakyat Sumsel," terangnya.

baca juga: Banjir Akibatkan 602 Ha Sawah di Pati Gagal Panen

Sementara itu, Dirut PT Sriwijaya Mandiri Sumsel Sarimuda mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya dan strategi khusus untuk mendongkrak pendapatan asli daerah Sumsel. Termasuk dalam hal mengelola dan meningkatkan potensi produksi batubara serta ekspor batubara baik ke dalam negeri maupun luar negeri.

"Kita akan launching penambahan angkutan batubara pada Juni nanti. Darisana, kita yakin dan optimistis akan meningkatkan kapasitas ekspor batubara, yang hasil akhirnya akan dinikmati oleh Sumsel," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More