Kamis 06 Februari 2020, 10:55 WIB

Banjir Akibatkan 602 Ha Sawah di Pati Gagal Panen

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Akibatkan 602 Ha Sawah di Pati Gagal Panen

ANTARA
Pemkab Kudus akan membangun talut setelah banjir yang merendam wilayah Kecamatan Mejobo, Kudus, Minggu (12/1/2020)

 

BANJIR di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengakibatkan 1.259 hektate sawah terendam dan 602 hektare di antaranya gagal panen sudah surut. Pemerintah Kabupaten Kudus segera membangun talut Sungai Pendo untuk mengantisipasi banjir.

"Untuk lahan persawahan yang mengalami kerusakan dan gagal penen kita berikan bantuan bibit untuk mengurangi kerugian dari para petani,"  kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar Efendi, Kamis (6/2).

Banjir akibat tingginya curah hujan, lanjut Muhtar, telah merendam 1.259 hektare sawah yang tersebar di beberapa kecamatan yakni Kecamatan Kaye (210 hektare), Gabus (137 hektare), Jakenan (10 hektare), Juwana (20 hektare), Margorejo (27 hektare), Dukuhseti (288 hektare) dan Sukolilo (589 hektare).

Sementara itu, mengantisipasi banjir kembali datang akibat meluapnya SunfaiPendo, Pemkab Kudus berencana membangun talut sepanjang sungai yang membelah Desa Jepang dan Desa Mejobo di Kecamatan Mejobo, Kudus. Adapun anggaran yang harus disiapkan mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.

Sungai Pendo kondisinya cukup memprihatinkan. Selain dangkal karena sendimentasi juga mudah longsor. Sehingga setiap terjadi hujan lebat meluap dan mengakibatkan banjir di wilayah itu.

"Saya mendapat keluhan warga, wilayah itu menjadi langganan banjir akibat Sungai Pendo meluap karena kondisi yang memprihatinkan,"  ujar Ketua DPRD Kudus Masan.

baca juga: Pemkab Boyolali Alokasikan Dana Infrastruktur Rp488 Miliar

Pejabat Dinas PUPR Kudus, Yasin mengatakan pembuatan talut di Sungai Pendo akan dapat mengendalikan banjir. Sebab selain mudah merawat juga mengurangi sedimentasi akibat tanah tebing yang sering longsor. Pembangunan talut sekitar 100 meter baik dari sisi utara dan selatan Sungai Pendo membutuhkan anggaran antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More