Kamis 06 Februari 2020, 09:59 WIB

Kementan Kembali Guyur Jakarta dengan Cabai dari Luar Jawa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Kembali Guyur Jakarta dengan Cabai dari Luar Jawa

DOK KEMENTAN

 

Untuk meredam harga cabai agar tidak terus naik di pasaran, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, dan Pasar Induk lainnya yang menjadi penyangga di wilayah Jabodetabek. 

Rabu (5/2/2020) sebanyak 14,3 ton cabai didatangkan dari luar Jawa. Dengan rincian 11,7 ton dari Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan) dan 2,6 ton dari Kabupaten Pasaman (Sumatera Barat).

Berdasarkan hasil pantauan Informasi Pangan Jakarta, Selasa (4/2/2020), harga cabai rawit merah di beberapa pasar Jakarta menyentuh harga Rp80.000 ribu per kilogram dan cabai merah keriting menyentuh harga Rp65.000 per kilogram.

Operasi pasar yang digelar bertujuan untuk menekan harga cabai, sehingga diharapkan bisa segera turun.

"Tadi saya beli Rp50.000/kg, Alhamdulillah. Biasanya saya beli itu Rp85.000-100.000 per kg, sudah semingguan ini," kata Tuti, 38, pengunjung Pasar Kramat Jati.

Operasi Pasar Cabai akan terus dilaksanakan hingga beberapa waktu ke depan. Hal ini untuk mengintervensi pasar di Jabodetabek agar harga cabai dapat kembali normal. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi dalam keterangan terpisah mengatakan, akan terus membanjirkan cabai ke beberapa pasar induk yang ada di Jabodetabek. Dan bersamaan dengan itu pula akan dilakukan Gelar Cabai murah di wilayah-wilayah pemukiman oleh Toko Tani Indonesia Centre (TTIC). 

"Harapan kami dengan melakukan intervensi ke pasar induk dan gelar cabai murah di wilayah pemukiman, harga cabai akan cepat turun," kata Agung.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri mengatakan, bahwa Kementan akan terus mengidentifikasi lokasi panen cabai di luar Pulau Jawa yang akan siap panen, kemudian didatangkan ke DKI Jakarta untuk meredam harga. 

"Hingga hari ini sudah didatangkan cabai lebih dari 25 ton, tidak hanya cabai rawit merah, kami juga menambah pasokan cabai merah keriting dari Sumatera Barat untuk menekan lonjakan harga Cabai di DKI. Kita akan upayakan tiap hari minimal 10 ton akan pasok cabai ke DKI dari daerah," ungkap Risfaheri.

“Syukur Alhamdulillah, saya bisa ikut andil membantu pemerintah menurunkan harga cabai di Jakarta, semoga suatu saat saya juga dapat bertemu sama pak menterinya,” kelakar Sabran salah seorang petani di Kabupaten Wajo penyuplai cabai.

Senada dengan Sabran, salah seorang pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Joharlis mengungkapkan, "Kami akan bantu pemerintah untuk menjual harga cabai dengan harga jauh lebih murah, yang penting kami masih dapat keuntungan."

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Distribusi Pangan, BKP, Inti Pertiwi, mengatakan, “Agar pedagang di Pasar Induk Kramat Jati bergairah, kami telah berikan margin Rp5.000 per kilogram karena harga jual cabai rawit merah dari petani sebesar Rp45.000 per kg,"

“Dengan terus diguyurnya cabai dari luar Jawa ke DKI Jakarta, diharapkan pasokan bisa menjangkau beberapa pasar di Jakarta dan berdampak pada penurunan harga jual cabai di pedagang eceran," pungkas Inti. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More