Kamis 06 Februari 2020, 11:30 WIB

Otak Pembobol Rekening Ilham Bintang Pemain Lama

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Otak Pembobol Rekening Ilham Bintang Pemain Lama

ANTARA/Reno Esnir
Sejumlah tersangka kasus pembobolan rekening Bank dan Kartu kredit di Polda Metro Jaya.

 

DESAR alias Erwin, 28, otak kasus pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang merupakan pemain lama. Dia beraksi sejak 2018 dan telah membobol 19 rekening korban.

"Kemarin, dia (Desar) bilang sudah 19 kali beraksi sejak dua tahun lalu. Total (kerugian) kurang lebih Rp1 miliar," kata Kepala Unit (Kanit) 2 Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (6/2).

Hendro menyebut, dalam menjalankan aksinya, Desar dibantu dua orang kepercayaannya, yakni Teti Rosmiawati dan A.

Tersangka Teti, lanjut Hendro, membantu membobol rekening korban di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Data Nasabah Bank Dijual Seharga Rp100 Ribu

Teti itu juga ikut bermain dalam kasus pembobolan rekening Ilham. Ia sudah ditangkap. Saat ini, polisi masih memburu tersangka A dan mengindentifikasi korban pembobolan Desar lainnya.

"Ada kelompok lain, 19 korban itu dibantu dua kelompok. Jadi, D mempunyai dua kaki, T sama A," ungkap Hendro.

Ilham menjadi korban pembobolan rekening saat berada di Australia, 4 Januari lalu. Ilham mendapati ponselnya tidak mendapat sinyal meski sudah mendaftar masuk ke jaringan internasional.

Ilham tiba-tiba diberi tahu Commonwealth Bank ada transaksi pada 4 dan 5 Januari 2020 melalui nomor ponselnya. Ilham menyadari rekeningnya dibobol.

Wartawan senior itu mendapati seseorang yang mengaku sebagai dirinya mendatangi gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten, 3 Januari. Orang itu meminta pengganti kartu subscriber identity module (SIM) milik Ilham.

Ilham langsung mengurus kartu setibanya di Jakarta, 15 Januari. Dia melaporkan kasus ini dua hari setelahnya.

Kemudian, polisi berhasil menangkap pembobol rekening Ilham. Ada delapan tersangka diamankan, mereka yakni Desar, Hendri Budi Kusumo, Teti Rosmiawati, Wasno, Arman Yunianto, Jati Waluyo, Rifan Adam Pratama, dan Heni Nur Rahmawati.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan Pasal 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (OL-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Kabar baik, 54 Pasien Covid-19 Sembuh, 611 Masih Dirawat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 03 April 2020, 16:38 WIB
Kabar terbaru per 3 April, jumlah pasien sembuh ada 54 orang dari total 958 kasus. Jumlah pasien meninggal dunia 96 orang. Lalu masih ada...
MI

Bukan Gerindra yang Kebelet Pemilihan DKI-2 Dipercepat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 16:05 WIB
Panlih wagub DPRD DKI Jakarta mengungkapkan ada dua partai yang meminta pemilihan wakil gubernur (pilwagub) dipercepat, bukan Gerindra atau...
Ilustrasi

Minta Pilwagub Ditunda, PKS: Terpilih pun tak bisa Langsung Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 15:14 WIB
Pemilihan wagub, katanya, tidak sesederhana paripurna biasa yang sifatnya hanya mendengarkan pidato gubernur atau pemandangan umum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya