Kamis 06 Februari 2020, 09:11 WIB

Terus Berupaya Kurangi Dampak Bencana

(FL/DY/DG/HT/WJ/YH/AD/LD/N-2) | Nusantara
Terus Berupaya Kurangi Dampak Bencana

SYAIFUL ARIF (STR)
DESA JOMBANG TERGENANG BANJIR

 

BANJIR dan tanah longsor membuat warga dan pemerintah daerah di sejumlah wilayah belum bisa tenang. Kemarin, 445 kepala keluarga di Desa Jombok dan Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, harus berjibaku karena rumah mereka digenangi air.

Derita mereka makin lengkap karena jalan penghubung Jombang-Mojokerto juga lumpuh karena banjir. "Semua kendaraan harus dialihkan ke jalur lain," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Jawa Timur, Subhan.

Banjir, lanjut dia, berdampak di dua dusun. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Hujan deras di Kalimantan Selatan juga mengharuskan warga di sejumlah kabupaten bersiap menyambut banjir. "Sungai-sungai besar sudah mulai meluap. Kabupaten rawan banjir sudah harus bersiaga," tutur Kepala BPBD Wahyuddin Ujud.

Salah satu sungai yang meluap ialah Sungai Tabalong. Aliran air yang membelah Kabupaten Tabalong ini terus meningkat dan sudah meluap di beberapa titik.

Gubernur Sahbirin Noor meminta pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiagaan. "Mitigasi bencana harus dilakukan seiring semakin meningkatnya intensitas bencana memasuki musim penghujan."

Kemarin, tanah longsor terjadi saat sebuah tebing setinggi 5 meter dan lebar 10 meter rontok di Kampung Cihideung, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kejadian itu memutuskan akses jalan penghubung dari Bandung Barat menuju Cianjur.

"Tanah longsor diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah Gununghalu sejak Selasa siang," ungkap Camat Gununghalu, Hari Mustika.

Di Jawa Tengah, antisipasi menghadapi bencana dilakukan dengan membentuk 387 desa tangguh bencana. "Desa-desa itu merupakan bagian penting untuk mengurangi risiko bencana berbasis komunitas. Keberadaan mereka membuat warga mampu mengenali karakter wilayah, potensi bencana, dan cara penanganannya," ungkap Kepala BPBD Sudaryanto.

Sementara itu, BPBD Wonogiri memilih melakukan upaya pemberdayaan kemandirian dalam penanganan bencana. Kepala BPBD Bambang Haryanto menyatakan, selain membentuk 100 desa tangguh bencana, pihaknya juga menyosialisasikan keluarga tangguh bencana. "Mereka akan menjadi penjaga lingkungan yang efektif." (FL/DY/DG/HT/WJ/YH/AD/LD/N-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More