Kamis 06 Februari 2020, 08:57 WIB

Menuju Hijau dari Desa

AKHMAD SAFUAN | Nusantara
Menuju Hijau dari Desa

Akhmad Safuan
Kepala Desa Pelopor Lingkungan dari Blora Jaga Kelestarian Alam

 

NAMA Aris Susanto sudah cukup dikenal di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dia merupakan Kepala Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Dia juga dikenal sebagai

pemimpin desa yang peduli lingkungan. Namun, dia tidak sendiri. Dalam

setiap aksinya, ia selalu melibatkan warga, pelajar, remaja, dan anak-anak muda. Mereka tergabung dalam Aliansi Remaja Sumber Pencinta Alam. Belum lama ini, Aris meluncurkan gerakan penghijauan Sumber Menanam. Mereka menanam

pohon di sepanjang aliran Sungai Wulung, salah satu anak Sungai Bengawan Solo. "Kami senang dan menyambut inisiatif kepala desa yang melakukan

penghijauan dengan merangkul remaja dan pemuda. Tidak hanya dari desa kami, tetapi juga pelajar dan pramuka untuk bersama merawat alam," ungkap

Ade, 16. Desa Sumber, menurut dia, sangat rawan ancaman bencana. Posisi desa yang berada di lintasan Sungai Wulung, sungai besar anak Sungai Bengawan Solo, rawan meluap dan menyulut banjir. Karena itu, penghijauan harus

digalakkan. "Tidak hanya untuk menjaga alam, tetapi juga manusia di sekitarnya." Aris memilih melakukan pencegahan daripada mengobati. "Kami ingin desa ini bisa semakin hijau, asri, dan sejuk. Selain itu, juga bisa mencegah bencana dan meningkatkan penyerapan air," tambahnya.

Menanam pohon, ujarnya, sama artinya dengan berinvestasi untuk kesehatan manusia dan alam. Karena itu, remaja, pemuda, dan seluruh masyarakat harus dilibatkan. Ribuan pohon peneduh dan buah-buahan sudah ditanam. Hajat besar itu juga didukung Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, yang menyumbang 750

bibit tanaman. "Kegiatan ini memang luar biasa . Kepala Desa Sumber mampu

mengajak anak-anak muda untuk mencintai lingkungan," ujar Kepala Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah Heru Jatmika. Rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon juga dipilih Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Supriyatno menyatakan tahun ini penanaman pohon dilakukan di kawasan DAS Citarum. Wilayahnya meliputi

9 kecamatan, di utara terdiri atas Sukaresmi, Cipanas, Pacet, Cugenang, Cikalongkulon, Haurwangi, Bojongpicung, Ciranjang, dan Sukaluyu. Sementara itu, untuk mencegah pergerakan tanah, penanaman pohon akan dilakukan

di Kampung Cibadak, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi. "Lebih kurang ada 5.000 pohon yang kami tanam. Pencanangannya dilakukan pada Minggu (2/2)

di Kecamatan Sukaresmi," terang Sugeng. Pihaknya bertekad melakukan

penanaman pohon di semua wilayah. Butuh proses karena perlu anggaran pengadaan bibit pohon. Sampah plastik Di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil mengaku tengah mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar untuk skala industri. "Pertengahan tahun dimulai di seluruh kabupaten dan

kota. Setiap lokasi nilai investasinya Rp750 miliar." Instalasi akan dibangun di lima kawasan, yakni Bandung Raya, Bogor Raya, Bekasi, Karawang,

Purwakarta, Subang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, serta Priangan timur (Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar).

"Kalau ini berhasil, Jawa Barat akan menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang punya sistem pengelolaan sampah plastik," kata Emil.

Ia mencontohkan dua lokasi uta ma, yakni tempat pembuangan akhir sampah Sarimukti, di Kabupaten Bandung Barat, dan Galuga di Kabupaten Bogor. Setiap lokasi itu akan mengonversi 600 ton sampah plastik per hari. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiar to menambahkan, Galuga memiliki lahan 38 hektare yang bi sa

digunakan untuk pengolahan sampah plastik. Setiap hari dari Bogor dan Depok menghasilkan sampah 500 ton. "Sekitar 80 ton sampah plastik. Kami ingin ini dituntaskan juga," tandasnya. (BB/BK/BY/N-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More