Kamis 06 Februari 2020, 07:31 WIB

Jumlah Penderita DBD di Sikka Naik, 3 Meninggal

Alexander P Taum | Nusantara
Jumlah Penderita DBD di Sikka Naik, 3 Meninggal

MI/ALEX P TAUM
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus

 

BERDASARKAN data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, jumlah penderita deman berdarah dengue (DBD) terus bertambah yakni 377 orang. Sementara jumlah korban yang meninggal akibat DBD sebanyak tiga orang didominasi anak-anak. Pemkab Sikka  telah memperpanjang masa status kondisi luar biasa (KLB) DBD menjadi 14 hari, sejak ditetapkan pada 22 Januari 2020 lalu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menyatakan, hingga saat ini, korban meninggal akibat DBD sebanyak 3 orang. Kasus DBD ini terus meningkat hingga menyentuh angka 377 kasus. Ia mengakui, sebelum ditetapkan status kondisi luar biasa (KLB) DBD pada 21 Januari 2020, tercatat 171 penderita. Namun katanya, hanya dua
minggu jumlah DBD meningkat menjadi 377 kasus.

"Penderita DBD saat ini ada 377 orang. Dua orang meninggal sebelum dinyatakan KLB. Satu orang meninggal setelah dinyatakan KLB. Jadi total yang meninggal ada tiga orang didominasi anak-anak," ungkapnya di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Rabu (5/2).

Ia berkata, penderita terserang DBD ini akan cenderung meningkat mengingat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini sudah menyerang 18 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka.

"Kemungkinan ada 400 penderita DBD lagi dari beberapa Puskesmas akan melakukan rujukan ke RSUD  Maumere. Nanti kita lihat besok saja (Kamis 6 Februari 2020)," ujar Petrus

Meningkatnya DBD ini ungkapnya, Pemkab Sikka telah memperpanjang masa status KLB menjadi 14 hari. Dikatakannya, serangan DBD akan makin tinggi pada Februari sampai Maret. Ia menyakini, pada Apri 2020, kemungkinan jumlah serangan DBD akan menurun.Ia mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menerapkan pola 4 M yakni, menguras, mengubur, menutup dan memantau tempat yang berpotensi berkembang biaknya nyamuk penyebar virus demam berdarah ini.

baca juga: Program Corporate University Kemenkumham Siap Lahirkan SDM Unggul

Selain itu juga, ia  meminta kepada petugas kesehatan yang ada di setiap puskesmas lebih jeli dan ketat melakukan observasi bagi pasien   pada saat demam hari pertama sampai keempat.

"Bila hari kelima masih demam, saya minta petugas kesehatan wajib untuk dirujuk pasiennya ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More