Rabu 05 Februari 2020, 06:50 WIB

Pola Pembinaan Pancasila ke Milenial Harus Efektif

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Pola Pembinaan Pancasila ke Milenial Harus Efektif

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Kepala BPIP Yudian Wahyudi (kiri) dan istri.

 

SEKITAR 129 juta orang muda atau generasi milenial memerlukan injeksi nilai-nilai Pancasila dalam hidup keseharian mereka. Karena itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru, Yudian Wahyudi, diminta bekerja cepat mengimplementasikan program pembinaan Pancasila di kalangan generasi muda.

"Kita harapkan dengan diangkatnya Yudian, itu bisa lebih dipercepat lagi. Agar kerja-kerja membumikan Pancasila digencarkan, khususnya di generasi milenial," ujar Presiden Joko Widodo seusai melantik Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu sebagai Kepala BPIP di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Pelantikan Yudian menjadi Kepala BPIP diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 12/P/2020. Turut hadir dalam acara pelantikan itu jajaran kabinet dan pimpinan lembaga, antara lain Wapres Ma'ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menkum dan HAM Yasonna Laoly, Menag Fachrul Razi, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.

Di tempat yang sama, Yudian menyatakan BPIP akan gencar melakukan upaya penanaman nilai-nilai Pancasila hingga ke desa-desa, khususnya kepada kalangan generasi muda.

"Pertama, kita harus menjadikan Pancasila sebagai working ideology yang bisa dirasakan di semua lini kehidupan kita. Kedua, dengan adanya keterputusan sejarah anak-anak milenial, Presiden berpesan supaya kami memperhatikan mereka agar jangan sampai tidak mengerti apa itu Pancasila dan akhirnya merugikan kita," kata Yudian seusai pelantikan.

Pengenalan dan internalisasi Pancasila kepada kaum milenial, lanjutnya, penting untuk memupuk persatuan bangsa ke depan.

Sejak reformasi, imbuh Yudian, gaung Pancasila di kalangan muda meredup lantaran perkembangan zaman. Pancasila terkatung-katung. Jarak reformasi sampai hari ini sudah sekitar 20 tahun.

"Nah, itu sangat berbahaya jika dibiarkan muncul generasi baru yang kosong dari pemahaman ini (Pancasila).  BPIP akan mencari pola-pola pembinaan Pancasila yang efektif," tukasnya. (Dhk/X-7)

 

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More