Kamis 06 Februari 2020, 05:50 WIB

Lima Bali Baru Ditargetkan Tuntas 2020

(Uta/E-2) | Ekonomi
Lima Bali Baru Ditargetkan Tuntas 2020

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Raker membahas persiapan infrastruktur dan transportasi pendukung di lima destinasi prioritas wisata nasional.

 

PEMERINTAH menargetkan pengembangan infrastruktur lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang dapat tuntas di tahun 2020 ini. Pengembangan fasilitas insfrastruktur diperlukan agar sektor pariwisata di lima 'Bali Baru' tersebut dapat segera dioptimalkan.

"Lima itu akan dituntaskan bersamaan di tahun 2020. Ini perintah dari Presiden Jokowi," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan, rampungnya infrastruktur dan fasilitas di lima KSPN Super Prioritas itu akan berpengaruh pada peningkatan pemasukan devisa dari sektor pariwisata.

Begitu pengerjaan proyek di lima KSPN Super Prioritas itu rampung, pemerintah akan langsung mengerjakan lima KSPN Super Prioritas lainnya yang sudah menanti.

"KSPN itu ada 14. Tahun ini yang dikerjakan, ya lima yang prioritas itu dulu. Tahun depan lima lagi. Ini berkaitan dengan ketersediaan anggaran," ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian PU-Pera, pada tahun ini pengembangan Danau Toba mendapatkan anggaran Rp1,5 triliun, Labuan Bajo Rp1,308 triliun, Borobudur Rp1,15 triliun, Mandalika Rp 683 miliar, dan Manado-Bitung-Likupang Rp520 miliar. Total pengembangan insfrastruktur dasar lima KSPN Super Prioritas itu mencapai Rp5,22 triliun.

Untuk memastikan proses pengembangan infrastruktur selesai tepat waktu, Kementerian PU-Pera telah membentuk sejumlah balai di setiap lokasi. Balai itu bertugas untuk memantau penuh semua pekerjaan yang dilakukan di lima KSPN Super Prioritas tersebut.

"Kami kan punya balai-balai. Seperti di Danau Toba, kita punya balai jalan, balai cipta karya, dan balai SDA (sumber daya air). Begitu pula di lokasi lainnya," ungkap Basuki.

Setelah Kementerian PU-Pera menuntaskan sarana dan prasarana publik, pemerintah juga akan menggandeng swasta untuk berinvestasi di sana. Pelibatan swasta dilakukan sebagai solusi kebutuhan investasi sektor pariwisata di tiap wilayah tersebut.

"Swasta bisa paling hotel, kapal-kapal pesiar. Kami bertugas untuk membuat prasarana publiknya," jelasnya.

Di kesempatan yang sama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa kementeriannya akan menggelontorkan anggaran Rp2,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur penunjang layanan transportasi. Rincian anggaran itu antara lain Rp1,5 triliun di Danau Toba, Rp1,2 triliun untuk Borobudur, dan Rp400 miliar untuk Labuan Bajo.

Anggaran Rp1,5 triliun di Danau Toba akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di sektor darat, perkeretaapian, dan udara. (Uta/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More