Kamis 06 Februari 2020, 05:40 WIB

Karantina Pertanian Diperketat

(E-3) | Ekonomi
Karantina Pertanian Diperketat

Humas Kementan
Kementerian Pertanian RI melakukan pemeriksaan yang lebih intensif.

 

Kementerian Pertanian RI mengintensifkan pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran novel coronavirus (2019-nCoV). Mitigasi dilakukan di gerbang-gerbang masuk produk pertanian, terutama dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan negara-negara dengan kasus positif virus 2019-nCoV.

"Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) sudah memberikan arahan kepada Badan Karantina Pertanian untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif, terutama di tempat pemasukan impor. Langkah ini penting dilakukan untuk memastikan wilayah kita tetap terbebas dari virus korona," ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri saat dikonfirmasi melalui telepon, kemarin.

Meskipun hingga kini belum ditemukan kasus penularan virus 2019-nCoV melalui barang, pemeriksaan terhadap produk pertanian asal RRT akan tetap diperketat.

"Langkah antisipasi penting untuk dilakukan sehingga masyarakat merasa aman untuk mengonsumsi produk pertanian yang beredar di pasaran," tegas Kuntoro.

Pada Senin (3/2), Mentan secara langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi pengawasan tindakan karantina berupa pemeriksaan pada lalu lintas hewan dan produknya di Bandara Soekarno-Hatta.

Langkah ini dilakukan Mentan untuk memastikan bahwa jajaran Badan Karantina Pertanian bersiaga penuh untuk mencegah masuknya virus 2019-nCoV ke Indonesia.

"Kementan sudah mengeluarkan instruksi kewaspadaan terhadap lalu lintas media pembawa yang berisiko tinggi sebagai penular virus, seperti anjing, kucing, kelelawar, dan unggas," papar Kuntoro. (E-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More