Rabu 05 Februari 2020, 13:30 WIB

Dompet Dhuafa Fokus Entaskan Kemiskinan Seiring SDGs

Deri Dahuri | Humaniora
Dompet Dhuafa Fokus Entaskan Kemiskinan Seiring SDGs

Istimewa
Acara Dompet Dhuafa Public Expose 2020 di Jakarta, Rabu (5/2).

 

HINGGA kini, Dompet Dhuafa telah menjangkau masyarakat di 34 provinsi dan 24 negara, melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah, dan budaya dengan penerima manfaat mencapai 2,47 juta jiwa. 

Kolaborasi dan sinergi terus dibangun dan diperkuat untuk memperluas manfaat dan mendukung capaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG) pemerintah.

"Kolaborasi itu di antaranya adalah membangun kolaborasi 157 zona layanan dalam negeri dan memperkuat potensi di luar negeri sebanyak 22 negara," ujar Nasyith Majidi, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, di Jakarta, Rabu (5/2).

Selama 2019,  Dompet Dhuafa berhasil menghimpun Rp378,58 miliar dari zakat, infak, infak terikat, kurban, donasi kemanusiaan, wakaf, dan corporate social responsibility (CSR).

Sementara itu, untuk penyaluran mencapai Rp353,07 miliar melalui berbagai program di lima pilar yang meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, advokasi, pengembangan jaringan, tebar hewan kurban (THK), sosialisasi, dan operasional. 

Dengan catatan tingkat serapan penyaluran pada 2019 sebesar 93,26% atau kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut rasio allocation to recollection zakat core principle.

“Pada periode 25 tahun kedua ini, kami harus terus berinovasi dalam beragam program dan layanan terbaik. Khususnya yang selaras dengan pencapaian target-target SDGs," tutur Nasyith.

"Mulai dari program bantuan langsung, layanan medis, bantuan hukum, beasiswa prestasi, respons sosial kemanusiaan hingga program bantuan dan pendampingan ekonomi untuk mengubah mustahik menjadi muzaki,” jelas Nasyith.

Laju teknologi yang semakin canggih, turut membawa perubahan demografi donatur. Pada 2019, tren dengan sistem pembayaran elektronik semakin besar, maka berdampak pada tren sistem donasi.

Kanal donasi yang paling diminati donatur yaitu banking channel 48,2%, diikuti e-commerce 16,8%, digital payment 21,4%, dan stand counter 13,6%. Rata-rata pertumbuhan donatur dalam tiga tahun terakhir tercatat sebesar 54,25%. 

“Pada periode 2019, total penerima manfaat dari berbagai program sekitar 2,4 juta jiwa dengan sebaran di 34 provinsi se-Indonesia dan 21 negara," ungkap Imam Rulyawan selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa.

Menurut Imam, pada program sosial terdapat penerima manfaat sebanyak 1.922.898 jiwa, pada program kesehatan sebanyak 362.654 jiwa, ekonomi sebanyak 94.660, program pendidikan (83.683 jiwa), dan di program budaya serta dakwah (11.133 jiwa penerima manfaat). 

"Maka total penerima manfaat sejak 1993 hingga 2019 mencapai 21.788.903 jiwa,” tambah Imam.

Pada program kesehatan yang terdiri dari layanan kesehatan cuma-cuma tercatat penerima manfaat di 2019 sebanyak 326.206 jiwa. Sementara di Dompet Dhuafa Hospital Network di 2019 memiliki penerima manfaat di angka 9.002 jiwa. 

Di tahun yang sama jaringan rumah sakit Dompet Dhuafa menerima donasi wakaf berupa 100 unit alat kesehatan Mammogram (alat pendeteksi dini kanker payudara) dari Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI).

Kemudian program pendidikan di 2019,  melalui Smart Ekselensia Indonesia terdapat 252 siswa penerima manfaat, untuk beasiswa Indonesia terdapat 3.234 jiwa penerima manfaat yang tersebar di 88 universitas baik dalam maupun luar negeri dan smart e-tafizh telah memberikan manfaat kepada 20 santri. 

Di program ekonomi pada 2019 yang terdiri dari grant making telah memberikan manfaat kepada 579 keluarga dengan rincian satu program peternakan dan 16 program UMKM Kreatif, sementara di pemberdayaan petani kopi terdapat penerima manfaat sebanyak 268 keluarga. 

Program Sosial Dompet Dhuafa yang terdiri dari Disaster Managemet Center, di 2019 jumlah penerima manfaat mencapai 109,968 jiwa. Sementara di pusat bantuan hukum penerima manfaat mencapai 311 layanan. 

Beralih ke program dakwah dan budaya yang terdiri dari dai ambassador memiliki penerima manfaat sebanyak 2.020 layanan di 2019, sementara penerima manfaat pada pesantren muallaf mencapai 1.532 jiwa, dan kampung silat jampang telah memberikan manfaat kepada 26 pengajar silat dan 32 perguruan silat, serta dalam seni budaya terdapat 3 pagelaran, 4 festival silat dan 2 diskusi budaya. 

Tak hanya di dalam negeri saja, kiprah Dompet Dhuafa di kancah Internasional mengalir melalui Tebar Hewan Kurban di wilayah krisis kemanusiaan (Palestina, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja).

Kemudian juga ada bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Mindanau, Filipina. Saluran donasi juga merambah pada penyelenggaraan kesetaraan kejar paket B dan C untuk Buruh Migrant Indonesia (BMI) di Hongkong, pendirian DD Kitchen di Palestina sebagai pusat produksi logistik pengungsi dan juga pengiriman Dai Ambassador ke 16 negara. 

Pada akhir sesi acara Publik Ekspose, Dompet Dhuafa mencatatkan kerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Tanamduit.co.id dan fashion rhapsody. Kerja sama tersebut tentunya dalam ranah penggalangan donasi.

"Mengingat semakin banyaknya kolaborasi kebaikan, semakin banyak pula yang terbantu dan terberdayakan," jelas Imam.

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum duafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. (OL-09)

Baca Juga

Istimewa/Baznas

Baznas Distribusikan Alat Pelindung Diri ke RS Haji dan RS UIN

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 12:57 WIB
Bantuan APD yang diserahkan berupa baju hazmat, kacamata pengaman, sepatu boot, dan penutup sepatu untuk para tenaga medis yang...
ANTARA

Pekerja Migran Harus Patuhi Protokol Saat Tiba di Tanah Air

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 01 April 2020, 12:49 WIB
Imbauan pada seluruh WNI agar mematuhi dan mengikuti seluruh protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sekembalinya ke tanah air harus...
ANTARA/Septianda Perdana

Ini Cara Mencuci Masker Kain

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 12:39 WIB
Masker kain menjadi alternatif dan memiliki keuntungan karena bisa dipakai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya