Rabu 05 Februari 2020, 21:35 WIB

Wahana Target Jualan New Honda BeAT Series 16 Ribu Unit Per Bulan

M. Setiawan Alun Segoro | Otomotif
Wahana Target Jualan New Honda BeAT Series 16 Ribu Unit Per Bulan

MI/Alun Segoro
Jajaran manajemen Wahana Makmur Sejati saat regional public launching All New Honda BeAT dan New Honda BeAT Street di Cibubur Junction Mall

SKUTIK ‘sejuta umat’ Honda BeAT, kembali diperbaharui awal tahun ini. Adapun PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer motor dan suku cadang Honda di wilayah Jakarta-Tangerang mulai melakukan regional public launching All New Honda BeAT, dan All New Honda BeAT Street di mal Cibubur Junction, selama sepekan ke depan, dimulai Sabtu (1/2).

“Kami optimistis, kehadiran dua produk ini akan kembali menjadi primadona masyarakat Jakarta dan Tangerang, sebagai kendaraan aktifitas harian, dengan penuh kenyamanan dan kelincahan,” jelas Ario, Head of Marketing Wahana, dalam siaran pers nya.

Memperkuat apa yang disampaikan Ario, Olivia Widyasuwita, Deputy Marketing Wahana Honda saat peluncuran New BeAT series di Cibubur Junction mengatakan, pihaknya menargetkan angka penjualan New BeAT series sebanyak 16.000 unit per bulan.

Evi Haryadi, Group Head of Corcom Wahana mengatakan, pasar Honda BeAT di Jakarta dan Tangerang sangat signifikan.

“Jadi Honda BeAT bukan cuma populer di luar Jakarta. Di Jakarta dan Tangerang, angka penerimaan Honda BeAT di masyarakat tinggi sekali,” kata Eki, sapaan akrabnya.

Baca juga : Cara Menghilangkan Suara Rantai Motor Berisik saat Musim Hujan

Bahkan menurut Eki, 45% penjualan motor di Wahana bertopang pada Honda BeAT. Wajar bila ia berkata demikian. Karena sepanjang 2019, Wahana mendata, telah memasarkan Honda BeAT sebanyak 175.200 unit (all series).

Fakta tingginya penjualan BeAT dibanding Honda Genio yang juga belum lama diluncurkan diakui Eki lebih karena beda segmen.

“Kalau Honda Genio bisa dibilang menyasar generasi muda di level SMA dan setara. Artinya lebih pada selera. Makanya diluncurkan produk beragam, sehingga konsumen bisa memilih,” tandas Eki.

Menariknya, pada New Honda BeAT dan New BeAT Street, terselip teknologi rangka terbaru enhanced Smart Architecture Frame (eSAF), yang juga diaplikasikan pada Honda Genio. Pihak Honda Motor akui, teknologi rangka terbaru ini bisa menjadi salah satu andalan jualan New Honda BeAT series.

Dikatakan, rangka eSAF selain membuat motor lebih stabil, sehingga mudah dikendalikan dan nyaman untuk bermanuver di kepadatan lalu lintas Jakarta, juga menciptakan bagasi simpan barang lebih luas, berkapasitas 12 L. Begitupun tangki bahan bakar berkapasitas lebih banyak, 4,2 L.

Pada sektor mesin, All New Honda BeAT series mengusung mesin generasi terbaru 110 SOHC, sistem pembakaran injeksi PGM-FI, tergabung dalam rangkaian teknologi enhanced Smart Power (eSP). Diklaim hasilkan pembakaran ramah lingkungan, standar emisi Euro 3.

Keiritan bahan bakar New Honda BeAT series telah melalui tes metode ECE R40.

Baca juga : Honda Tampil di Ajang Indonesia Millennial Summit

Dengan fitur Idling Stop System (ISS) aktif, skutik anyar Honda ini mampu menembus jarak 254,52 km, sekali isi bahan bakar.

All New Honda BeAT hadir dalam dua tipe, CBS dan CBS-ISS, dengan 9 (sembilan) pilihan warna. Untuk tipe CBS terdapat 4 (empat) pilihan warna; Dance White, Techno Blue White, Hard Rock Black, dan Funk Red Black.

Dipasarkan dengan harga Rp16,6 juta On The Road (OTR) Jakarta.Tipe CBS-ISS hadir dengan 3 (tiga) pilihan warna Garage Black, Electro Blue Black dan Fusion Magenta Black, dibanderol harga Rp17,661 juta OTR Jakarta.

Model itu juga menawarkan tipe Deluxe series (CBS-ISS) dengan 2 (dua) warna lain, Deluxe Black dan Silver dipadu emblem 3D. Dipasarkan dengan harga Rp17,761 juta OTR Jakarta.

Sementara itu, All New Honda BeAT Street hadir dengan tipe CBS 3 (tiga) pilihan warna yakni Street Black, Silver dan Black Silver dengan harga Rp16,691 juta OTR Jakarta. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More