Rabu 05 Februari 2020, 21:04 WIB

Kemenhub Siap Kucurkan Rp2,9 T untuk Kawasan Wisata Prioritas

Putra Ananda | Ekonomi
Kemenhub Siap Kucurkan Rp2,9 T untuk Kawasan Wisata Prioritas

Mi/Sumaryanto
Danau Toba, salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementeriannya siap menggelontorkan anggaran Rp2,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur penunjang layanan transportasi di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas tahun ini.

Adapun rincian anggaran tersebut antara lain Rp1,5 triliun di Danau Toba, Rp1,2 triliun untuk Candi Borobudur dan Rp400 miliar untuk Labuan Bajo.

Anggaran Rp1,5 triliun di Danau Toba akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di sektor darat, perkeretaapian, dan udara.

Nantinya Danau Toba akan ditopang dua bandara dan juga beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan dermaga penyeberangan di beberapa tempat.

Untuk sektor kereta api, Kemenhub akan melakukan perbaikan di beberapa jalur, khususnya di Pematang Siantar dan menuju Parapat.

Baca juga : Pengembangan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tuntas 2020

"Pembangunan tersebut juga akan dilengkapi dengan beberapa kapal serta bus air yang akan melengkapi konektivitas yang ada di Danau Toba," ungkap Budi.

Sementara di Borobudur, Kemenhub juga akan membangun bandara baru di Kulon Progo. Bandara ini akan menjadi Bandara Internasional sebagai pintu gerbang wisatawan yang ingin melancong ke Candi Borobudur.

Selain itu, Kemenhub akan menggunakan bandara Ahmad Yani dan Adi Sumarno sebagai satu aksesibilitas ke destinasi Borobudur.

"keempat bandara tersebut akan disediakan akses dengan kereta api yang mencakup beberapa daerah, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Purwokerto," ujar Budi.

Budi juga memaparkan pihaknya akan melakukan pengembangan di destinasi KSPN Mandalika. Pengembangan tersebut nantinya juga akan berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura (AP) 1.

"Kami akan mengembangkan bandara yang ada di Lombok dan diharapkan hal tersebut dapat menjadi suatu tujuan wisata yang baik," papar Budi.

Untuk destinasi KSPN Labuan Bajo, Kemenhub menganggarkan dana sekitar Rp400 miliar untuk pengembangan di beberapa sektor.

Secara khusus, Budi mengatakan pihaknya mengadakan proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan infrastuktur di kawasan Labuan Bajo.

Baca juga : Dampak Virus Korona di Tiongkok,Menpar Upayakan Turis Pilih ke RI

"Ada suatu kolaborasi antara APBN dan biaya dari swasta dengan nilai kurang lebih Rp1,2 triliun dalam kurun waktu 4-5 tahun," kata Budi.

Terakhir, untuk destinasi KSPN Likupang, Kemenhub mengeluarkan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk mengembangkan sektor darat dan laut.

Selanjutnya, ada kemungkinan Kemenhub akan merekrut pihak swasta untuk ikut mengembangkan Bandar Udara Sam Ratulangi yang dikelola dan dikembangkan oleh AP 1.

Tak hanya dengan swasta, Kemenhub akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk memberdayakan kapal bottom glass yang nantinya akan dibangun paling tidak sebanyak 2 unit.

"Kemungkinan kami juga akan merekrut swasta untuk mengembangkan dan biayanya lebih dari Rp 500 miliar. Likupang menjadi tempat yang utama, maka dari itu kami akan membangun pelabuhan di sana," kata Budi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More