Rabu 05 Februari 2020, 20:50 WIB

Pengembangan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tuntas 2020

Putra Ananda | Ekonomi
Pengembangan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tuntas 2020

Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Wisatawan berwisata di Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah yang masuk salah satu Kawasan Pariwisata Nasional

 

PEMERINTAH menargetkan pengembangan infrastruktur 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang dapat tuntas yahun ini.

Pengembangan fasilitas insfrastruktur diperlukan agar sektor pariwisata di 5 KSPN Super Prioritas tersebut dapat segera optimal.

"Lima itu akan dituntaskan bersamaan di tahun 2020. Ini perintah dari Presiden Jokowi," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/2).

Basuki menuturkan, rampungnya infrastruktur dan fasilitas di 5 KSPN Super Prioritas berpengaruh terhadap peningkatan pemasukan devisa dari sektor pariwisata. Total setidaknya terdapat 14 daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah masuk dalam KSPN.

"Ini hanya programing. KSPN itu ada 14. tahun ini yang dikerjakan pertama ya 5 yang prioritas dulu. tahun depan 5 lagi. Hal ini berkaitan juga dengan anggaran," ungkapnya.

Baca juga : Cianjur Dorong Konsep Wisata Halal

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pada tahun ini pengembangan Danau Toba mendapatkan porsi anggaran Rp1,5 triliun, Labuan Bajo Rp1,308 triliun, Borobudur Rp1,15 triliun, Mandalika Rp683 miliar, dan Manado-Bitung-Likupang Rp520 miliar. Total pengembangan insfrastruktur dasar 5 KSPN super prioritas tersebut mencapai Rp5,22 triliun.

Untuk memastikan proses pengembangan infrastruktur selesai tepat waktu, Kementerian PUPR sendiri telah membentuk sejumlah balai di setiap lokasi. Balai tersebut bertugas untuk memantau penuh semua pekerjaan yang dilakukan di 5 KSPN Super Prioritas tersebut.

"Kami kan punya balai-balai. Seperti di Danau Toba kita punya balai jalan, balai cipta karya, dan balai SDA (sumber daya air). Begitu pula di lokasi lainnya," ungkap Basuki.

Setelah PUPR menuntaskan sarana dan prasarana publik, pemerintah juga akan menggandeng pihak swasta untuk berinvestasi di 5 KSPN Super Prioritas tersebut. Pelibatan pihak swasta dilakukan sebagai solusi kebutuhan investasi sektor pariwisata di setiap wilayah tersebut.

"Swasta bisa paling hotel, kapal-kapal pesiar. Kami bertugas untuk membuat prasarana publiknya," jelasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More