Rabu 05 Februari 2020, 20:19 WIB

Peruri Menang Tender Proyek Cetak Uang Kertas di Peru

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Peruri Menang Tender Proyek Cetak Uang Kertas di Peru

Dok. Peruri
Kerja sama pencetakan uang kerta sPeru antara Peruri dan Bank Sentral Peru

 

SETELAH melalui proses tender yang memakan waktu selama kurang lebih dua bulan, akhirnya Percetakan Uang republik Indonesia (Peruri) berhasil memenangkan tender pencetakan mata uang Peru melalui persaingan yang kompetitif dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia lainnya.

Peruri dan  Bank Sentral Peru/Banco Central De Reserva Del Peru (BCRP)(BCRP) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pencetakan Soles, mata uang negara Perum di Lima, Peru, Selasa (4/2) waktu setempat.

Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya dan Manager of Currency Management Departement Banco Central De Reserva Del Peru (BCRP) javier Gutierrez Gonzales dan disaksikan Duta Besar RI untuk Peru Marina Este;;a Anwar Bey dan Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki

Keberhasilan Peruri pada proses tender itu diumumkan melalui surat ketetapan yang ditandatangani oleh Julio Velarde Flores pada 26 Desember 2019.

Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa Peruri akan mencetak 3 pecahan mata uang Peru yaitu Soles 10, Soles 20 dan Soles 50 dari total 4 (empat) denominasi yang digunakan di Peru.

“Pencapaian ini sangat menggembirakan bagi seluruh insan Peruri, mengingat persaingan dalam proses tender sangat ketat. Hal ini membuktikan bahwa Peruri sebagai BUMN mampu bersaing di kancah internasional serta memiliki kualitas permesinan dan kapasitas produksi yang mumpuni sehingga semakin menguatkan posisi Peruri sebagai perusahaan berkelas dunia sesuai dengan visinya.” kata Dwina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/2).

Baca juga : Peruri Perkuat Platform Keamanan Digital di Era Industri 4.0

Proyek pencetakan uang kertas Peru ini merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah Peruri dengan nilai proyek sebesar Rp260 miliar.

Selain itu, pekerjaan ini merupakan proyek dengan jarak geografis terjauh karena berada di Amerika Selatan.

“Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu Peruri merealisasikan pencapaian ini. Proses produksi akan dimulai pada Juni 2020 dan pengiriman pertama akan dilakukan pada November 2020.” tambah Dwina.

Pencetakan uang kertas Peru mayoritas menggunakan material lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kurang lebih 60%, di antaranya meliputi penggunaan tinta yang diproduksi oleh PT Sicpa Peruri Securink (PT SPS) dan material supporting lainnya.

PT SPS sendiri merupakan perusahaan afiliasi antara Peruri dengan perusahaan asal Swiss, Sicpa, sebagai salah satu perusahaan tinta sekuriti terbesar di dunia.

Pencapaian di Peru menambah daftar panjang proyek internasional yang telah dikerjakan Peruri. Beberapa proyek internasional yang dikerjakan Peruri selama ini adalah pencetakan Pita Cukai Nepal, Pita Cukai Pakistan, Paspor Sri Lanka, Prangko Nepal dan Prangko Filipina. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More