Rabu 05 Februari 2020, 20:03 WIB

Kepala BPIP: Generasi Muda Terputus dari Pemahaman Pancasila

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kepala BPIP: Generasi Muda Terputus dari Pemahaman Pancasila

MI/Ardi Teristi Hardi
Kepala BPIP Yudian Wahyudi

 

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru dilantik Yudian Wahyudi mengatakan akan segera bekerja mengimplementasikan program pembinaan Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia menyatakan BPIP akan gencar melakukan upaya penanaman nilai-nilai Pancasila hingga ke desa-desa.

"Yang pertama kita harus menjadikan Pancasila ini sebagai working ideology yang bisa dirasakan di semua lini kehidupan kita. Kedua, adanya keterputusan sejarah anak-anak milenial, maka Presiden berpesan supaya kami memperhatikan mereka agar jangan sampai tidak mengerti apa itu Pancasila dan akhirnya merugikan kita," kata Yudian usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2).

Menurutnya, pengenalan dan internalisasi Pancasila ke kaum milenial penting untuk untuk memupuk persatuan bangsa ke depan. Sejak reformasi, imbuh Yudian, gaung Pancasila di kalangan muda meredup lantaran perkembangan zaman.

Baca juga : Dilantik Jokowi, Yudian Wahyudi Resmi Jadi Kepala BPIP

"Sejak reformasi, Pancasila kan terkatung-katung. Jarak reformasi sampai hari ini sudah ada sekitar 20 tahunan kan. Nah itu sangat berbahaya jika dibiarkan muncul sampai ke generasi baru yang kosong dari pemahaman ini (Pancasila)," ucapnya.

Terlebih, lanjut Yudian, saat ini berkembang ideologi lain yang hendak menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Karena itu, imbuhnya, BPIP akan mencari pola-pola pembinaan Pancasila yang efektif.

"Ada ideologi yang coba ditawarkan untuk menggantikan Pancasila ini kan masalah serius. Persatuan itu adalah sesautu yang termahal dari semua yang termahal milik bangsa ini dan pemersatunya itu adalah Pancasila," tukas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu. (Ol-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More