Kamis 06 Februari 2020, 01:35 WIB

Polis Tradisional Jiwasraya Jadi Prioritas

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Polis Tradisional Jiwasraya Jadi Prioritas

ANTARA
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo

 

WAKIL Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo memastikan pemegang polis tradisional PT Asuransi Jiwasraya akan menjadi prioritas utama dalam pengembalian dana klaim yang akan dimulai Maret mendatang.

"Karena kita tahu polis tradisional pemiliknya adalah para pensiunan, para pegawai. Kita akan rapikan dulu itu. Jadi dalam batch pertama, pembayaran kita utamakan dulu untuk pembayaran polis-polis tradisional,” ungkap Tiko, begitu Kartika akrab disapa, di Jakarta, kemarin.

Pemegang polis asuransi tradisional adalah para nasabah yang membeli produk asuransi hanya untuk mendapatkan manfaat proteksi.

Tiko mengatakan, PT Asuransi Jiwasraya sedikitnya memiliki 4,7 juta pemegang polis tradisional. Meski demikian, polis yang jatuh tempo saat ini masih tergolong sedikit.

“Tradisional kan klaimnya jangka panjang,” tutur dia. Sementara untuk pemegang polis JS Saving Plan, produk asuransi unit link yang ditawarkan PT Asuransi Jiwasraya, Tiko menyampaikan dana yang mesti dibayarkan hingga Januari 2020 mencapai Rp16 triliun. Karena itu, ia mengatakan pembayaran tidak bisa dilakukan sekaligus.

Tiko juga belum bisa memastikan skema pembayaran bagi pemegang polis JS Saving Plan karena masih harus didiskusikan dengan Panitia Kerja DPR.

“Kalau yang nasabah JS Saving Plan memang Rp16 triliun itu pada akhir Januari, sudah hampir semuanya jatuh tempo. Jadi JS Saving Plan sudah jadi utang klaim semua. Akan kita bayar secara bertahap,” pungkasnya.

Produk asuransi unit link banyak diminati karena memberi manfaat ganda kepada pemegang polis, yakni manfaat proteksi dan investasi.


Holding asuransi

Di kesempatan itu, Tiko juga menyebutkan rencana pembentukan induk usaha atau holding perusahaan BUMN bidang asuransi akan selesai pada Februari ini.

“Saya sampaikan pembentukan holding Bahana sudah hampir final, jadi harusnya Februari ini holding Bahana sebagai holding asuransi akan berdiri,” katanya.

Kartika mengatakan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan menjadi induk dari holding yang membawahi Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan Jasa Raharja.

“Nanti di situ akan menggunakan Bahana sebagai vehicle untuk mentransformasi asuransi secara keseluruhan,” ujarnya.

Tiko menjelaskan holding tersebut tidak hanya untuk menyelamatkan Jiwasraya namun juga digunakan dalam transformasi asuransi secara keseluruhan.

“Transformasi asuransi secara keseluruhan tapi nanti pelan-pelan kita gunakan untuk sebagian penyelamatan pemegang polis Jiwasraya juga,” katanya.

Di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Andrianto Wahyu Adi mengungkapkan pembentukan holding BUMN asuransi itu memang tidak melibatkan PT Asuransi Jiwasraya.

“Jiwasraya enggak ada, cuma Askrindo, Jamkrindo, dan Bahana yang jadi holding-nya,” kata dia di gedung DPR RI, Jakarta (5/2).

Meski tidak melibatkan Jiwasraya, dia menambahkan bahwa pembentukan holding akan segera rampung bulan ini, Februari 2020. Pihaknya pun sudah menggelar pertemuan dengan pemegang saham yakni Kementerian BUMN. (Ant/Van/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More