Kamis 06 Februari 2020, 00:45 WIB

Polres Jakbar Tumpas Kelompok Kejahatan Jalanan

Polres Jakbar Tumpas Kelompok Kejahatan Jalanan

MI/Golda Eksa
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya Khadafi

 

SEGALA bentuk kelompok kejahatan jalanan harus ditiadakan. Kepolisian pun meminta masyarakat responsif dengan memberikan informasi keberadaan kelompok tersebut.

Penegasan yang disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya Khadafi, itu merujuk kasus saling todong senjata api di Jelambar Mas, Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang kemudian viral di media sosial.

Belakangan diketahui bahwa insiden itu melibatkan dua kelompok spesialis pencuri kendaraan bermotor. Perebutan wilayah kekuasaan ditengarai menjadi motif perselisihan kedua kelompok.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan keamanan kendaraannya dengan memarkirkan di pagar yang terkunci atau di dalam rumah,” ujar Arsya kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia juga mendorong masyarakat memasang CCTV yang mengarah ke jalan. Kamera pengawas akan memudahkan polisi mengidentifikasi kejahatan di wilayah tersebut. “Enggak boleh ada kelompok ini. Kita komitmennya Jakarta Barat harus aman dan nyaman.”

Insiden saling todong senpi melibatkan Herianto, 31, dan Ibrahim, pelaku yang saat ini buron. Arsya menyebut aksi itu terkait daerah operasi curanmor. Penyebab keributan karena Herianto kedapatan melintas di wilayah Ibrahim.

Herianto merupakan pelaku curanmor yang kerap melancarkan aksi di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat. Modusnya dengan menyamar sebagai pengendara ojek daring. Kelompok itu terkadang menggunakan masker untuk menutupi wajahnya dari CCTV.

Tanpa menunda waktu lama, jajaran Polres Metro Jakarta Barat lantas melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Herianto beserta dua rekannya, yakni Andiyanto, 31, dan Jamhar, 28.

“Saat kita mau tangkap H, dia melakukan perlawanan dengan senjata api jenis revolver. Petugas melakukan tindakan tegas terukur. Pada saat akan dibawa ke RS tersangka H meninggal,” katanya.

Polisi juga menembak kaki Andiyanto dan Jamhar karena berusaha kabur. Dari keterangan Andiyanto, imbuh Arsya, kelompok itu telah melakukan aksi serupa sebanyak 51 kali. (Tri/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More