Rabu 05 Februari 2020, 19:02 WIB

Wonosobo Gelar Festival Isi Piringku untuk Cegah Stunting

Retno Hemawati | Nusantara
Wonosobo Gelar Festival Isi Piringku untuk Cegah Stunting

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Kader kesehatan desa menyampaikan masalah gizi kepada pelajar saat Festival Isi Piringku di Wonosobo, Jawa Tengah.

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Danone Indonesia menggelar Festival Isi Piringku di lapangan Desa Pagerejo, Kertek. Apa yang dilakukan ini sebagai upaya edukasi pencegahan stunting di Wonosobo, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik sebagai gerakan bersama untuk mencegah stunting sekaligus mempromosikan praktik-praktik baik tentang isi piringku sebagai upaya pemenuhan gizi yang baik," kata Junaedi di Wonosobo, Rabu (5/2).

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu lama dan tidak sesuai kebutuhan, masalah ini mengakibatkan gagal tumbuh pada anak balita sehingga tinggi badan anak terlalu pendek untuk usianya.

Stunting dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah bayi lahir dan baru tampak setelah bayi berumur 2 tahun. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk terhadap kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.

Data Kementerian PPN/Bappenas tahun 2013 menyebutkan bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, yaitu sebesar 41,12 persen. Desa dengan prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Wonosobo adalah Desa Pagerejo dengan tingkat prevalensi 45,9 persen atau 186 anak stunting dan 14 anak mengalami gizi buruk. Berdasarkan pemantauan gizi pada tahun 2018, prevalensi stunting turun menjadi 32,5 persen.

Junaedi mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian utama bagi Pemkab Wonosobo kemudian membentuk tim koordinasi percepatan penanganan stunting yang terdiri dari 38 organisasi perangkat daerah, beberapa instansi terkait dan termasuk di dalamnya dari pihak swasta.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa inisiatif festival ini adalah perwujudan dari visi Danone yaitu One Planet One Health yang meyakini kesehatan manusia dan kesehatan bumi saling terkait.

"Sebagai perusahaan yang ingin membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin orang di seluruh dunia, kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan mengenai pola makan yang lebih baik sebagai investasi kesehatan anak di masa depan, termasuk menghindari kondisi stunting," kata Karyanto.

Ia menuturkan Danone Indonesia sebagai bagian dari pihak swasta yang masuk dalam tim koordinasi percepatan penanganan stunting telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo. (Ant/OL-12)    

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More