Rabu 05 Februari 2020, 18:23 WIB

Gorontalo Jadi Pelopor Gerakan Peningkatan Ekspor Pertanian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gorontalo Jadi Pelopor Gerakan Peningkatan Ekspor Pertanian

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kedua dari kanan) dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) melepas ekspor komoditas pertanian.

 

Provinsi Gorontalo memecahkan rekor produksi komoditas jagung sepanjang tahun 2019 dengan angka sebesar 1,7 juta ton. Capaian ini meningkat dari tahun sebelumnya yang memproduksi 1,56 juta ton dari total area panen seluas 343.241 hektare.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan hasil yang diraih Provinsi Gorontalo tidak lepas dari peran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai nahkoda di Kementerian Pertanian. Menurutnya, pengalaman dan jam terbang Mentan Syahrul telah membawa pertanian Indonesia menjadi lebih baik.

"Dulu selama menjabat sebagai Bupati dan Gubernur Sulawesi Selatan, Sulsel bisa swasembada pangan baik jagung, padi, dan ternak sapi. Bahkan sekarang Gorontalo impor sapi dari Sulawesi Selatan berkat Mentan Syahrul," kata Rusli saat Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di Provinsi Gorontalo, Rabu, 5 Februari 2020.

Rusli mengatakan, berdasarkan pengalaman tersebut, sangat cocok jika Mentan Syahrul bisa terpilih untuk memegang tanggung jawab mengurus pangan masyarakat Indonesia.

Rusli pun berharap dengan dibuatkannya brigade alsintan, sektor pertanian di Gorontalo semakin meningkat. Ia mengatakan Provinsi Gorontalo sangat membutuhkan banyak alsintan demi memproduksi komoditas pertanian yang berkualitas.

"Nantinya alsintan akan kami rawat dan harga perawatannya pun jauh lebih murah. Petani kami jika mau mebajak sawah mereka membutuhkan anggaran Rp1,5 juta-Rp2 juta. Tetapi dengan sistem ini mereka hanya cukup membayar BBM saja dan operator Rp750 ribu," ujarnya.

Sebagai catatan, lebih dari 65% masyarakat Gorontalo saat ini berprofesi sebagai petani. Maka, bukan tidak mungkin jika Gorontalo dapat meningkatkan produksinya dari tahun ke tahun hingga memenuhi kebutuhan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi mengapresiasi Provinsi Gorontalo dalam memproduksi komoditas pertanian. Tak ayal, kata dia, Gorontalo akan dijadikan pelopor Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional.

"Semua tahu komoditas andalan Gorontalo adalah jagung dan kelapa. Bahkan sekarang sudah sampai ekspor ke negara timur tengah. Kini Gorontalo menjadi sangat terkenal ke seluruh dunia," terang Dedi.

Untuk diketahui, acara pelepasan ekspor perdana Gratieks ini merupakan program jangka panjang dalam meneriskan pencanangan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Mulai dari petani, penyuluh, hingga Gubernur Gorontalo, siap mensukseskan program Kostratani dan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

👤Try/Ant/E-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:35 WIB
“Petani tembakau telah cukup sengsara dengan adanya kenaikan cukai tembakau 23% pada tahun ini dan juga tekanan pandemi,” ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya