Rabu 05 Februari 2020, 17:44 WIB

Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Bawang Putih

Lilik Darmawan | Nusantara
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Bawang Putih

MI/Djoko Sardjono
Harga bawang putih

 

HARGA bawang putih di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) tidak terkendali, akibat impor dari Tiongkok terganggu karena wabah virus korona. Kini, harga bawang putih di sejumlah pasar di Banyumas mencapai Rp70 ribu per kilogram (kg) nya. Harga ini naik Rp10 ribu dari hari sebelumnya. Dalam kondisi normal, harga bawang putih Rp40 ribu per kg.

Salah seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Sartinah, 56,mengungkapkan harga bawang putih mengalami kenaikan harga setiap hari.

"Dalam kondisi normal, harga bawang putih berkisar Rp40 ribu per kg, tetapi kini telah mencapai Rp70 ribu per kg. Kemungkinan besok akan naik lagi, karena barang langka," ujarnya, Rabu (5/2).

Bahkan, pedagang keliling, Ruben, 41, menjual dengan harga Rp80 ribu, karena ia membeli dari pasar Rp70 rbu per kg. "Saya beli dari pasar sudah naik. Jadi harga ke pembeli Rp80 ribu. Namun, biasanya konsumen hanya membeli 0,25 kg. Itu pun harganya sudah mahal, lebih dari Rp20 ribu," katanya.

Sementara pengepul bawang putih, Dois, 46, mengaku dalam sepekan terakhir, tidak ada bongkaran bawang putih, karena sudah ada penghentian impor.

"Jadi begitu ramai-ramai virus korona, maka pengimpor bawang putih tidak lagi melakukan impor. Sehingga pasokan ke Pasar Ajibarang, Banyumas, tidak ada," ujarnya.

Dijelaskan Dois, bawang putih yang dibongkar di Pasar Ajibarang, biasanya mencapai 30-40 ton setiap harinya. "Tetapi saat ini tidak ada lagi, sejak munculnya kasus virus korona. Bawang putih yang masuk ke
Pasar Ajibarang berasal dari pelabuhan di Surabaya. Dari Pasar Ajibarang, didistribusikan ke wilayah Jateng bagian selatan," tambahnya. (OL-13)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More