Rabu 05 Februari 2020, 17:04 WIB

Presiden Resmikan Monumen Patung Fatmawati di Bengkulu

Marliansyah | Nusantara
Presiden Resmikan Monumen Patung Fatmawati di Bengkulu

MI/Marliansyah
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Bengkulu meresmikan monumen Ibu Agung Fatmawati di simpang lima Ratu Samban, Bengkulu

 

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan monumen patung Fatmawati di simpang lima Ratu Samban, Kelurahan Padang Jati, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Rabu (5/2).

"Saya menitipkan monumen pahlawan nasional ini kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk dijaga," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden berharap perjuangan Fatmawati bisa dicontoh seluruh masyarakat. Ia pun mengatakan kedatangannya karena rindu dengan masyarakat Bengkulu.

"Keberadaan saya di sini tentunya karena rindu dengan Bengkulu, tentunya masyarakat Bengkulu juga rindu kan," imbuhnya.

Saat peresmian, presiden menjelaskan ibu Agung Fatmawati bukan hanya ibu masyarakat Bengkulu, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Peristiwa sejarah Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih dimonumenkan di Bengkulu.

Sejarah mencatat bendera yang dijahit Fatmawati itulah yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Baca juga: Fatmawati Menginspirasi Sejarah Kemerdekaan Bangsa

Fakta lain dari putri asli Bengkulu yakni perempuan bernama asli Fatimah ini lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Beliau wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980. Fatmawati merupakan anak dari seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu bernama Hasan Din dan istrinya, Siti Chodijah. Fatmawati dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Putri pasangan Hassan Din dan Siti Chodijah itu merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Ayahnya merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Minat berorganisasi dimiliki Fatmawati sejak berada di bangku sekolah dasar. Bahkan, Fatmawati sudah aktif berorganisasi sebagai anggota Nasyiatul Aisyah, sebuah organisasi yang berada dibawah naungan Muhammadiyah.

Nama Fatmawati juga sudah diabadikan sebagai nama Bandara di Bengkulu, yakni Bandara Fatmawati Soekarno

Perkenalan Fatmawati dengan Presiden Soekarno dimulai ketika tokoh pergerakan itu dipindahkan Pemerintah Belanda ke Bengkulu dari tempat pengasingannya di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian di Bengkulu, Bung Karno menjadi seorang guru dan anggota Muhammadiyah. Hingga akhirnya, pada tanggal 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno.

Dari pernikahan itu, ia dikaruniai lima orang putra dan putri, yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Selanjutnya, Fatmawati dianugerahi gelar pahlawan nasional atas jasa perjuangannya. Fatmawati ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid.(OL-5)
 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More