Rabu 05 Februari 2020, 17:05 WIB

Sah, Jiwasraya Tidak Masuk Holding Asuransi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Sah, Jiwasraya Tidak Masuk  Holding Asuransi

MI/M Irfan
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmajo (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri rapat kerja di Komisi XI, DPR.

 

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut bahwa pada bulan ini akan dibentuk holding asuransi BUMN.

Dalam pembentukan tersebut, dikatakan bahwa PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan menjadi induk holding.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa dalam holding nanti, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang saat ini tengah mengalami masalah gagal bayar tidak akan masuk dalam holding tersebut.

"Belum (masuk holding). Jadi, di dalamnya ada Jasindo, Jasa Raharja, Askrindo dan Jamkrindo. Nanti di situ akan menggunakan Bahana sebagai vehicle untuk transformasi asuransi secara keseluruhan tapi nanti kan pelan pelan kita gunakan juga untuk sebagian penyelamatan pemegang polis Jiwasraya juga," ungkap pria yang akrab disapa Tiko ini saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2).

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan, pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Panja DPR untuk mendapatkan payung politik mengenai lanjutan penyelesaian persoalan Jiwasraya. Dia memastikan, pembentukan holding asuransi bukan hanya untuk membantu Jiwasraya yang tengah mengalami masalah.

"Holding asuransi ini bukan hanya sekedar untuk Jiwasraya, memang transformasi yang sudah kita rencanakan. Kita kan punya asuransi cukup banyak termasuk yang anak anak perusahaan ya.Kita ada Taspen Life, BUMN perbankan kita juga punya banyak bancassurance, seperti Axa Mandiri, BNI Life," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tiko berharap ke depannya seluruh BUMN di bidang asuransi dalam holding nanti akan memperkuat tranformasi dari sisi yang paling utama, yaitu dari sisi keuangan, manajemen risiko, pengelolaan investasi dan pengelolaan dari produk produk dan aktuarianya.

Kementerian BUMN akan suntik Rp5 Triliun untuk Jiwasraya

"Supaya ke depan tidak terulang lagi produk seperti JS Saving Plan, supaya tidak terulang lagi investasi investasi ke saham saham gorengan. itu nanti akan dipantau dan ada kebijakan yang akan diatur oleh holding," pungkas Tiko.

Holding asuransi BUMN juga dikatakan akan memiliki fungsi portofolio investment. Kemudian  akan ada fungsi manajemen risiko dan kepatuhan sehingga dapat menghindari persoalan yang terjadi pada Jiwasraya.

"Kita juga ingin transformasi bisnis asuransi ke depan juga makin baik. Kita juga bisa membangun asuransi BUMN yang bisa bersaing dengan asuransi asuransi asing," tutupnya. (Des/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More