Rabu 05 Februari 2020, 14:25 WIB

Cianjur Dorong Konsep Wisata Halal

Benny Bastiandy | Nusantara
Cianjur Dorong Konsep Wisata Halal

ANTARA
Wisata halal menjadi salah satu potensi di wilayah Cianjur.

 

BADAN Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus mendorong konsep wisata halal di wilayah yang terkenal dengan beras pandanwangi dan tauco. Konsep tersebut bukan hal yang muluk-muluk mengingat sejumlah daerah pariwisata di Indonesia pun sudah menerapkan wisata halal.

"Ini wisata halal ya, beda dengan syariah. Kami berupaya agar di Cianjur bisa menerapkan konsep wisata halal," kata Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah Kabupaten Cianjur, Hadi Sutrisno, Selasa (4/2).

Hadi menilai keniscayaan konsep wisata halal tersebut bisa diterapkan di Kabupaten Cianjur. Hadi mencontohkan pariwisata di Bali yang notabene masyarakatnya nonmuslim, tapi bisa menerapkan konsep wisata halal.

"Makanya Cianjur pasti akan bisa menerapkannya," jelas dia.

Hadi mengatakan, Kabupaten Cianjur memiliki pariwisata cukup potensial. Potensinya tersebar di wilayah utara dan selatan. Di utara, Cianjur memiliki wisata alam di kawasan Cipanas dan sekitarnya. Di selatan, selain potensi wisata pantai dan laut, terdapat juga situs megalitikum Gunung Padang.

"Gunung Padang bisa jadi trigger mengembangkan roda ekonomi. Ke depan, kawasan itu harus jadi Desa Wisata Gunung Padang. Saya yakin, Cianjur bisa menjadi destinasi wisata halal terbaik di Jawa Barat," ungkapnya.

Hadi yang juga bakal calon Bupati Cianjur ini menginginkan agar semua elemen warga bisa ikut terlibat dalam pengembangan pariwisata. Termasuk pada sektor pendidikan yang sejauh ini harus terus digenjot.

"Data dari BPS (Badan Pusat Statistik), angka partisipasi kasar warga Cianjur masih rendah. Warga lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi pun masih cukup rendah, di bawah 10%," ucapnya.

Secara administratif, Kabupaten Cianjur terbagi menjadi 32 kecamatan. Secara geografis wilayahnya terbagi di selatan, tengah, dan utara. Di selatan, potensi pariwisatanya lebih mengandalkan perairan yakni wisata pantai, di wilayah timur lebih ke wisata alam, dan di tengah ke wisata kuliner.

"Tantangan bagi kami tentu bagaimana mempromosikan wisata-wisata di Cianjur ini agar lebih terkenal. Minat kunjungan pasti akan rendah karena belum ada sesuatu yang bisa ditonjolkan," jelasnya.

baca juga: Dampak Virus Korona, Harga Minyak Sawit Mentah Anjlok

Konsep mendongkrak pariwisata berpedoman pada standar atraksi, aksesibilitas, dan amenities (fasilitas). Item-item tersebut harus menjadi kesatuan agar bisa mengembangkan destinasi wisata.

"Mungkin saja pengembangannya dilakukan dengan kerja sama pihak ketiga (investor). Kami akan coba itu," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More