Selasa 04 Februari 2020, 21:45 WIB

Polisi Dalami Investasi Noto Rogo Tabanan

Arnoldus Dhae | Nusantara
Polisi Dalami Investasi Noto Rogo Tabanan

Ilustrasi
Investasi bodong

 

SEJUMLAH warga melaporkan perusahaan Noto Rogo, di Banjar Sari, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, yang diduga penjalankan praktik investasi bodong

Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Budi Astawa mengatakan, saat ini kepolisian terus mendalami kasus investasi bodong bernama Noto Rogo.

"Dari informasi yang dikumpulkan, pertemuan pertama dengan para nasabah terjadi pada 27 Januari 2020. Waktu itu warga diminta setor Rp1 juta per orang kemudian dijanjikan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan nasabah akan mendapatkan Rp1 miliar. Warga yang tergiur akhirnya ramai-ramai menyetor Rp1 juta agar bisa mendapatkan Rp1 miliar," ujarnya Selasa (4/2).

Ternyata uang tersebut diserahkan kepada Korwil Tabanan bernama I Nengah Arsa Putra. Namun Korwil juga ternyata hanya mengumpulkan uang dari warga. Uang tersebut ditransfer ke kantor pusat yang ada di Jawa.

Cara kerjanya seperti MLM (multi level marketing), namun menariknya, alamat Korwil di Tabanan juga dipalsukan. Dalam data, alamat tinggal Korwil di Jalan Sriwijaya Tabanan.

Ternyata setelah petugas melacak alamat tersebut ternyata tidak ada orang yang bernama Arsa Putra tinggal di alamat tersebut.

"Kami masih terus mendalami kasus ini. Dari modusnya sudah tidak masuk akal. Namun kami masih melacak apakah korban juga sudah di luar Tabanan atau masih di seputar Tabanan. Sebab model perekrutan nasabah dari orang ke orang. Jadi kami masih lacak sudah berapa korban di Selemadeg dan juga mungkin menyebar di luar Selemadeg," ujarnya.

Untuk di wilayah Selemadeg, sejauh ini sudah mencapai belasan orang. Namun penyelidikan terus berlanjut. Saat ini polisi sedang mencari keberadaan Korwil untuk dimintai keterangan namun belum berhasil.

Polisi meyakini jika ini adalah murni penipuan karena alamat Korwil tidak jelas, alamat kantor Noto Rogo juga tidak jelas, beberapa pihak yang menjadi penghubung pun tidak jelas.

"Kami meminta agar masyarakat di Selemadeg dan seluruh Tabanan agar tidak tergiur dengan investasi bodong. Sebab sangat tidak masuk akal nasabah hanya setor Rp 1 juta lalu bisa mendapatkan Rp 1 miliar. Jangan sampai korban semakin banyak," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More