Selasa 04 Februari 2020, 21:25 WIB

Kasus Jiwasraya, Aset Benny Tjokrosaputro Dilacak

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kasus Jiwasraya, Aset Benny Tjokrosaputro Dilacak

Antara
Tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro

 

TIM Pelacakan Aset pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung RI, melakukan penulusuran atas pemblokiran aset-aset yang dimiliki tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro (BT).

"Kita blokir di sana. mungkin penyidik menemukan atas nama tersangka BT. Di laporan seperti apa ini fungsi pengecekan. Bisa juga kerjasama dan sebagainya. Tapi penyidik sudah lakukan pemblokiran terhadap semua aset yang diduga tersangka BT," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum, Hari Setiono di Gedung Bundar JAM-Pidsus Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

Pelacakan dilakukan di beberapa tempat yakni PT Trimega Adiarta Desa Neneng Kabupaten Lebak, Banten. Lalu beberapa bidang tanah di Ciawi Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak, Banten. Pihak Kejagung sendiri masih menghitung luas tanah tersebut.

Kemudian di Desa Pasaraian Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor terdapat dua lokasi perumahan itu Milenium City seluas 20 hektar dan Forrest hill seluas 60 hektar.

Selanjutnya, PT Chandra Tribina di Desa Mekarsari Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, dan satu buah bidang tanah seluas 10 hektare di Desa Pinggu Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor.

"Nah, tim pelacakan aset akan memeriksa dokumen-dokumen yang sudah didapat berupa surat-surat tadi yang atas nama tersangka BT kita cek di lapangan nah didapatkan yang sudah disebutkan tadi. Bagaimana isi terhadap kelanjutannya itu merupakan domainnya penyidik yang nantinya akan dibuka seluas-luasnya," jelas Hari.

Perlu diketahui bahwa Kejaksaan Agung memeriksa PT Trimega Adiarta Desa Neneng Kabupaten Lebak, Banten karena perusahaan tersebut sempat berganti nama yang sebelumnya PT Kencana Raya Nusa.

"Nah itu yang lagi diperiksa. Kalau udah diblokir itu gak bisa. Makanya penyidik langsung blokir dulu baru dicek, khawatir ketika jadi masalah ini dialihkan. Surat kan bisa BPKB bisa juga sertifikat tanah dan surat-surat lain. Semoga ketika diblokir tidak terjadi peralihan barang itu kalau emang barang itu jadi bukti kejahatan," ungkapnya.

Selain Benny Tjokrosaputro, Kejagung juga masih memeriksa empat tersangka lainnya. Pemeriksaan terdiri dari sertifikat, perumahan dan segala aset yang dimiliki. Kejagung juga masih menghitung pundi-pundi aset yang berhasil dilakukan penyitaan.

"Nanti waktunya. apalagi sampai Triliun (kerugian negaranya) dikaitkan dengan aset yang sudah didapat kan dihitung juga. misalnya perhiasan ke pegadaian, kemudian tanah ini masih dilacak ini. kalau betul yang disana asetnya tersangka kita cek nilainya berapa," tandasnya.

Diketahui, Benny sendiri merupakan salah satu dari lima tersangka yang ditahan oleh Kejaksaan Agung hang diduga terlibat atas kerugian yang dialami oleh PT Asuransi berplat merah tersebut.

Benny Tjokrosaputro memiliki jabatan penting di PT Hanson Internasional Tbk, sebagai Komisaris. Selain Benny, kejagung juga menetapkan 4 orang tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram), Heru Hidayat; dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo. (OL-2)

Baca Juga

Dok. Metrotv

Tokoh Papua Puji Pemerintah soal Intan Jaya

👤Ant/Medcom.id/P-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:59 WIB
Pendekatan pembangunan terhadap manusia itu jauh lebih penting sehingga apa yang dilakukan TGPF adalah bagian dari pintu masuk untuk...
Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

KPK Tagih Perpres Supervisi Kasus Korupsi

👤Dhk/Ant/P-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:54 WIB
Sebelumnya Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan perpres akan mengatur soal tahapan pengambilalihan penanganan kasus korupsi. Ghufron...
Medcom.id

Eks Danjen Kopassus Diperiksa demi Hukum

👤Ant/Medcom.id/P-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:49 WIB
Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko meminta kepastian hukum terkait dengan kasus kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya