Selasa 04 Februari 2020, 14:20 WIB

Forum Ormas Perempuan RI Tolak Deal Of Century Gagasan Trump

Deri Dahuri | Internasional
Forum Ormas Perempuan RI Tolak Deal Of Century Gagasan Trump

Mahmud Hams/AFP
Masyarakat Palestina berunjuk rasa memprotes gagasan perdamaian israel-Palestina yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

 

BELUM lama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan rancangan perdamaian Israel-Palestina yang disebut sebagai Deal of Century.

Gagasan perdamaian yang diusulkan Trump tidak hanya konstroversial dan membuat kecewa Palestina tetapi juga negara-negara Arab serta masyarakat internsional. Deal of Century juga telah mengabaikan kesepakatan damai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mencermati Deal of Century yang diumumkan pada 28 Januari 2020, Forum Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia untuk Palestina (FOLPIP) mendukung sikap yang sejalan dengan pernyataan dari Global Women's Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP) yang tegas menolak dan mengecam Deal of Century.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan kepada media, Selasa (4/4), FOLPIP yang beranggotakan 15 organisasi Islam di Indonesia menyatakan menolak dengan tegas gagasan perdamaian Israel-Palestina dari Donald Trump yang dinamai Deal of Century.

Penolakan tersebut didasarkan pertama, Deal Of Century semakin melegitimasi penjajahan Israel atas tanah bangsa Palestina. Kedua, ‘negara Palestina baru" yang diusulkan adalah negara semu karena dibentuk dari beberapa wilayah yang terpisah-pisah.

Ketiga, melucuti persenjatan militer Palestina sama dengan menghapus unsur penting sebuah negara yang berkewajiban melindungi warga negaranya, terutama termasuk di antaranya perempuan dan anakanak.

Keempat, Deal of Century menetapkan Jerusalem sepenuhnya sebagai ibu kota Israel dengan tetap menjamin umat Islam aman mendatangi Masjid Al-Aqsa merupakan klaim sepihak dan janji-janji manis untuk melegalkan perampasan dan penjajahan.

Kelima, janji investasi US$50 miliar untuk pembangunan Palestina tidak sebanding dengan penderitaan lebih dari 100 tahun bangsa Palestina.

Keeanam, Resolusi PBB tentang hak kembali para pengungsi diinjak-injak, karena Deal of Century menghapus hak kembali para pengungsi ke tanah asal mereka.

Ketujuh, Daftar panjang kejahatan kemanusiaan Israel atas bangsa Palestina harus segera dihentikan dan diproses secara hukum dengan seadil-adilnya.

FOLPIP mengimbau kepada semua pihak, secara lokal atau regional dan internasional untuk terus mendukung kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Palestina, membela hak-hak kaum terjajah dan segera menghentikan penjajahan serta kezhaliman Israel terhadap Bangsa Palestina.

Dalam pernyatakan bersama, semua organisasi yang berada dalam payung FOLIP menyatakan bahwa perdamaian dunia akan benar-benar tercipta bila penjajahan di atas bumi berhasil dihapuskan.

Perlu diketahui bahwa FOLPIP  beranggotakan  Adara Relief International,  PP Muslimat Mathla'ul Anwar (Musma),  PP Wanita PUI,  PB Wanita Al Irsyad, PP Persaudaraan Muslimah (Salimah),  PP Wanita Islam, IGRA Jaksel, PP Wanita Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALLPIND), PP Muslimat Hidayatullah (Mushida), Korps HMI-wati (KOHATI) PB HMI,  Korpres FORHATI, PP Muslimat Dewan Dakwah, PP Muslimat Al-Ittihadiyah, dan PP Muslimat Al-Washliyah. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More