Selasa 04 Februari 2020, 17:01 WIB

Di Peluncuran Buku #KamiOposisi, Sandiaga Uno Kritik Sri Mulyani

Antara | Ekonomi
Di Peluncuran Buku #KamiOposisi, Sandiaga Uno Kritik Sri Mulyani

Antara
Pengusaha Sandiaga Uno

 

PENGUSAHA Sandiaga Uno menyarankan agar Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak membangun narasi lain di luar narasi inti yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Sandiaga mengungkapkan itu dalam acara diskusi dan peluncuran buku #KamiOposisi di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan Jakarta, Selasa (4/2), Sandiaga menjelaskan narasi inti yang dicapai pemerintah sebenarnya hanya ada lima, yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, pembangunan pariwisata, pemangkasan regulasi, dan penyederhanaan birokrasi.

"Membangun narasi sakit perut karena janji-janji Presiden itu pasti tidak akan saya lakukan," kata Sandiaga.

Baca juga: Sandiaga Uno: Posisi dan Jabatan Bukan Tujuan Saya

Menurut dia, narasi-narasi yang dibangun di luar dari narasi inti yang ingin dicapai pemerintah hanya akan menambah kekisruhan yang baru.

Sandiaga mengibaratkan Sri Mulyani sebagai chief financial officer (CFO) jika dalam struktur perusahaan, seharusnya hanya boleh mengiyakan narasi-narasi inti yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Baca juga: PAN Ingin Cawagub yang Berkapasitas Seperti Sandiaga

Apabila memang keuangan negara terbatas, kata Sandiaga, cara mengatasinya hanya perlu dibuat skala prioritas saja, atau tidak perlu membuat narasi yang baru di luar itu.

Namun, apabila pertumbuhan keuangan negara lesu, Sandiaga menyarankan agar Sri Mulyani menurunkan tagihan pajak kepada warga negara Indonesia yang omzetnya turun sehingga dapat meningkatkan perekonomian rakyat.

"Jadi, jangan dipatok setinggi-tingginya. Mereka melakukan apa yang disebut dengan berburu di kebun binatang (hunting in the zoo). Jadi, untuk wajib pajak tertentu, ya, dibidik, ditarget. Akhirnya, ekonominya makin memiliki ketidakpastian," kata Sandiaga.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Sandiaga Hati-Hati di 2024

Dia mencontohkan dalam upaya mewujudkan keinginan pemerintah merealisasikan Kartu Prakerja, Sri Mulyani pernah mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan kartu prakerja Rp10 triliun. "Ini saya tanya, Pak, ini bagaimana caranya? Kemudian Pak Presiden bilang sudah dipikirin, nanti saja," kata Sri Mulyani menirukan jawaban Jokowi di Jakarta, Kamis (31/1).

Sandiaga merespons kebijakan Kartu Prakerja sebetulnya mirip-mirip dengan yang pernah dia janjikan bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sewaktu kampanye Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019.

"Yaitu (caranya) tidak dibagikan uang lagi seperti dahulu, tetapi diberi pelatihan. Diberi kemampuan," kata Sandiaga.

Sandiaga berbicara dalam diskusi yang berlangsung di Gedung MPR/DPR/DPD RI atas undangan anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera untuk membahas soal oposisi yang konstruktif. Mardani juga turut mengundang akademikus Rocky Gerung dan aktivis hak asasi manusia Haris Azhar. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More