Selasa 04 Februari 2020, 16:25 WIB

Indonesia-Singapura Sepakati Kerjasama Tiga Bidang

Indriyani Astuti | Internasional
Indonesia-Singapura Sepakati Kerjasama Tiga Bidang

Antara
Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan pers

 

KERJASAMA tiga bidang disepakati antara Indonesia dan Singapura, yakni pendidikan, kesehatan, dan interfaith (antarkeyakinan). Kesepakatan itu dihasilkan usai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin bertemu dengan Presiden Singapura Halimah Yacob di Jakarta, Selasa (4/2). Hadir mendampingi Wapres Amin, Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya.

"Saya apresiasi kerja sama pendidikan antar Universitas Singapura dengan Indonesia," ujar Wapres seusai bertemu Presiden Republik Singapura Halimah Yacob.

Lebih lanjut Wapres memaparkan beberapa usulan peningkatan kerjasama yang dapat dilakukan dengan Singapura, diantaranya yang pertama yaitu kerja sama pendidikan dan vokasi di pesantren agar dapat terus diperkuat bahkan dikembangkan. Termasuk dengan berbagai perguruan tinggi Islam  di Indonesia.

"Saya berharap kerja sama pendidikan yang telah berjalan baik antara kedua negara kita dapat terus dikembangkan," pinta Wapres.

Kedua, Wapres mengharapkan agar kerja sama interfaith dialogue yang sudah dimulai 2018 dapat terus dilanjutkan.

"Kerja sama interfaith dialogue ini dapat menjadi upaya preventif munculnya ancaman radikalisme dan bahkan terorisme," terangnya.

Ketiga, jelas Wapres, pentingnya kerja sama di bidang kesehatan masyarakat. Ia lalu memberi contoh tentang merebaknya penyebaran virus corona baru yang sedang di hadapi saat ini.

“Kita harus kembangkan kerja sama dibidang penelitian, saling tukar informasi dan teknologi dalam rangka pencegahan dan penanganan kasus-kasus kesehatan,” papar Wapres.

Dalam pertemuan dengan Presiden Singapura tersebut, Wapres mengatakan kalau kedua negara memiliki masyarakat dengan karakter yang sama, yaitu majemuk. Oleh karena itu, toleransi dan saling menghormati menjadi kunci utama dalam  menjaga kerukunan.

“Tidak mudah mengelola masyarakat majemuk,” sebutnya.

Oleh karena itu, Wapres mengatakan bahwa sudah menjadi tugas pemimpin negara untuk meningkatkan rasa saling percaya antar masyarakat. Karena hubungan antar masyarakat adalah fondasi bagi hubungan politik dan ekonomi.

“Kalau masyarakat kita tidak paham satu sama lain maka sulit bagi kita untuk terus memperkuat kerja sama,” ungkap Wapres.

“Masyarakat kita harus memiliki rasa saling percaya antara satu sama lain,” tuturnya menutup pertemuan.

Tampak hadir bersama Presiden Halimah diantaranya Minister for Culture, Community and Youth Grace Fu, Minister of State for Foreign Affairs and Social and Family Development Sam Tan, Ambasador to the Republic of Indonesia Anil Kumar Nayar, Member of  Parliament Jesica Tan, Ang Wei Neng, Saktiandi Suppat.

Sementara Wapres di damping oleh Duta Besar LBBP RI Untuk Singapura Ngurah Swajaya, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar,  Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi serta Tim Ahli Wapres Nurdin Tampubolon. (OL-13)

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More