Selasa 04 Februari 2020, 16:34 WIB

Menpora Optimistis PON XX di Papua Berjalan Lancar

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Menpora Optimistis PON XX di Papua Berjalan Lancar

MI/Susanto
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali, mengaku optimistis dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Hal itu diucapkan Amali setelah melakukan rapat gabungan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

"Secara keseluruhan kita optimistis pelaksanaan PON XX 2020 di Papua ini akan bisa kita selenggarakan dengan baik. Pemerintah Pusat, Kementerian dan Lembaga akan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan percepatan terhadap hal-hal yang masih dirasakan kurang," kata Amali dalam rapat yang membahas penyelenggaraan PON XX di Papua, Jakarta, Selasa, (4/2).

Baca juga: Kawhi Leonard Bantu Clippers Menang Dramatis Atas Spurs

Lebih lanjut kata Amali, dalam rapat tersebut juga telah dipaparkan kesiapan masing-masing sesuai dengan bidangnya.  "Tadi juga BIN, TNI, Polri menyampaikan dari sudut pengamanan, kemudian Menteri Dalam Negeri dari sisi tentang daerah, dan tentu soal penyelenggaraan kami (Menpora) yang menyampaikan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPR, Puan Maharani, menyampaikan penyelenggaraan PON XX di Papua akan diselenggarakan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) usai digelar.

"Perlu saya sampaikan PON akan dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 2 November setelah pelaksanaan pilkada 23 september," ucapnya.

Baca juga: Rockets Berniat Lepas Capela

Diketahui, nantinya dalam PON XX di Papua jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan tidak akan lebih banyak daripada PON 2016 Jawa Barat yang mempertandingkan 44 cabang.

Melihat kesiapan Papua, sebanyak 10 cabor rencananya dihapus. Dengan begitu, hanya 37 cabor yang bakal dilombakan. Namun, pemerintah memunculkan wacana revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2007 tentang pelaksanaan PON ke-XX, dari semula diselenggarakan di satu provinsi, menjadi dua provinsi. Revisi PP ini menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More