Selasa 04 Februari 2020, 15:00 WIB

Perbaiki Ekosistem Kunci Cegah Bencana

Andhika Prasetyo | Humaniora
Perbaiki Ekosistem Kunci Cegah Bencana

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Daerah Siaga Bencana Alam

 

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan bahwa kunci sukses dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam adalah dengan memperbaiki ekosistem yang ada di Indonesia.

Selama ini, upaya membendung bencana cenderung lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, mulai dari tanggul-tanggul penahan banjir atau longsor, bendungan, dan lain sebagainya. Padahal, ada hal yang lebih utama yang semestinya dilakukan sejak lama.

Baca juga: Jokowi Minta Penanggulangan Bencana Lebih Optimal

"Lebih penting merehabilitasi lahan, menanam pohon-pohon yang memiliki akar kuat sehingga longsor itu tidak terjadi. Jangan urusi fisik saja. Infrastruktur tanggul memang penting, saya tahu. Tapi selama ekosistem tidak diperbaiki, selama tidak ditanami akar-akar yang memiliki serabut yang panjang, longsor akan terus terjadi," ujar Presiden Jokowi di Sentul, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Maka dari itu, pemerintah mulai memperkenalkan program penghijauan dengan menanam pohon-pohon di berbagai lokasi terutama yang rawan bencana. Salah satu tanaman yang direkomendasikan presiden untuk ditanam adalah vetiver atau akar wangi.

Tanaman tersebut, ucap Jokowi, memiliki akar kuat dan panjang yang mampu tumbuh hingga enam meter ke dalam tanah. Selain itu, harga vetiver juga tergolong murah yakni hanya Rp2 ribu per batang. "Ini mulai harus diperkenalkan, diperbanyak bibitnya. Sebarkan ke daerah-daerah yang memiliki ancaman bencana terutama banjir dan tanah longsor," tegas mantan Wali Kota Solo itu.

Vetiver nantinya juga dapat dikombinasi dengan tanaman lain yang bisa memberi nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. "Kemarin kita tanam pohon jengkol, durian, sengon, pete. Ekonominya ambil dari situ, bukan dari vetivernya," sambung Jokowi.

Baca juga: Bupati Natuna Sayangkan Misinformasi Soal Karantina WNI

Adapun, untuk di kawasan pesisir pantai, pohon mangrove, cemara laut dan beringin tetap menjadi opsi utama untuk mencegah dampak kerusakan besar akibat tsunami.

"Kita berada pada kawasan yang ada gempa bumi, yang mungkin tsunami. Kalau tidak ada penghalang, langsung ke rumah, permukiman sangat berbahaya," sambung dia. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More