Selasa 04 Februari 2020, 14:51 WIB

Gara-gara Ayahnya Dikarantina, Remaja Disabilitas Tewas di Hubei

Deri Dahuri | Internasional
Gara-gara Ayahnya Dikarantina, Remaja Disabilitas Tewas di Hubei

AFP
Petugas medis membawa pasien yang terinfeksi virus korona di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok

 

SEORANG remaja penyandang disabilitas meninggal setelah berjuang sendiri di rumahnya karena ayahnya yang terinfeksi virus korona baru harus masuk karantina di Hongan, Huanggan Provinsi Hubei,Tiongkok.

Yan Cheng, penderita cerebral palsy yang menggunakan kursi roda ditinggalkan sendiri di rumahnya. Pasalnya yang menderita demam yang menjadi salah satu gejala terinfeksi virus korona harus diisolasi dan dibawa ke tempat karantina.      

Remaja berusia 17 tahun itu tak mampu berbicara, berjalan, dan makan sendiri. Sementara ibunya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Selama tak ada ayahnya, Cheng harus berjuang sendiri di rumahnya. 

Ayahnya, Yang Xiaowen. dibawa ke karatina pada 22 Januari 2020 lalu. Setelah lima didiagnosa, Xiaowen memilliki gejala kuat terinfeksi virus korona.   

Xiaowen sempat memohon perolongan melalui media sosial. Ia meminta orang lain untuk menjenguk anaknya dan merawat anaknya yang menderita cerebral palsy. 

Dalam postingnya di media sosial, Xiaowen membubuhan tulisan 'Permohonan pertolongan dari seorang ayah yang diagnosis virus korona novel'. Tetapi semuanya telah terlambat.

Pada 29 Janauri 2020, remaja disabilitas dilaporkan meninggal oleh Pemerintah Daerah Hongan  

"Yan Xiaowen tak dapat merawat Yang Cheng setiao hari (karena diisolasi)...maka dia meminta saudaranya, kader desa, dan dokter desa untuk merawat Yang Cheng," kata pejabat setempat.

Baca juga : Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 425 Orang

Kematian remaja disabilitas justru harus ditebus dengan pemecatan sejumlah pejabat lokal.

Sebagaimana diberitakan AFP, akibat kematian Yang Cheng, Sekretaris dan Wali Kota Huanggan langsung dipecat karena dinilai gagal melaksanakan tanggung mereka. 

Berita kematian remaja disabilitas telah menyebar di media sosial setempat dan memicu kemarahan masyarakat Tiongkok. Tak hanya itu, otoritas Hubei dibajiri kritik terkait ketidakmampuan mengatasi penyebaran virus korona baru.  

Di media sosial, Weibo, hashtag 'Ayah dari penyandang cerebral pasly yang menjadi berbicara'  telah dibaca 270 juta kali hingga hari ini, Selasa (4/2).

Sementara itu, hashtag, wali kota yang dipecat dibaca 66 juta kali.

Tak hanya itu, sejumlah komentar mengecam tindakan kecerobohan penjabat. "Saya sangat marah dan sedih. Ini sangat menjijikkan' tulis seorang pada komentarnya. (AFP/OL-09) 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More