Selasa 04 Februari 2020, 14:38 WIB

Tiongkok Minta Dunia Tidak Respons Virus Korona Berlebihan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tiongkok Minta Dunia Tidak Respons Virus Korona Berlebihan

MI/Haufan Hasyim Salengke
Dubes Tiongkok untuk Indonesia menyampaikan konferensi pers terkait virus korona di Kedubes Tiongkok, Jakarta.

 

DUTA Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, menegaskan pemerintah Negeri Tirai Bambu mementingkan penanganan wabah virus korona dan mengambil tindakan paling ketat.

Dia berharap sejumlah negara, termasuk Indonesia, tidak berekasi berlebihan dan mengambil sikap yang masuk akal dalam melakukan langkah penanganan dan pencegahan virus korona.

"Dalam situasi ini kita harus tenang dan tidak perlu bereaksi berlebihan, supaya tidak membawa dampak negatif terhadap perdagangan dan investasi," ujar Xiao dalam konferensi pers di Kedubes Tiongkok di Jakarta, Selasa (4/2).

Tiongkok, lanjutnya, akan tetap menjaga prinsip terbuka dan transparan, serta bersikap tanggung jawab untuk bekerja sama dengan komunitas internasional.

Baca juga: Tiongkok Akui Kewalahan Hadapi Virus Korona

"Kami sangat percaya diri dan mampu untuk mengontrol dan menang dalam perang melawan virus korona," tegasnya.

Dia mengatakan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memimpin dan mengoordinasikan langsung upaya melawan wabah virus korona. Pada 25 Januari, bertepatan dengan Hari Raya Tahun Baru Imlek, Xi memimpin Rapat Anggota Terap Politbiro Komite Sentral Partai Komunis. Saat itu, diputuskan untuk mendirikan leading group untuk mengelola epidemi virus korona. Berikut, meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian secara komprehensif.

"Keputusan ini berarti sangat penting untuk mempersatukan kekuatan dari berbagai pihak untuk melangkah bersama, agar meraih sukses pencegahan dan pengendalian wabah," terang Xiao.

Menurutnya, Tiongkok telah membangun sistem pencegahan dan pengendalian multiarah dan multilevel dari pusat hingga daerah, dengan fokus pada Kota Wuhan dan Provinsi Hubei. Dia menuturkan virus korona telah menyebar ke 31 provinsi, munisipalitas maupun daerah otonomi di daratan Tiongkok dan Hong Kong dan Makau, serta lebih dari 20 negara.(OL-11)

 

Baca Juga

AFP/Olivier Douliery

Pertumbuhan Pelanggan Lambat, Saham Netflix Anjlok

👤Tesa Oktiana Surbakti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:15 WIB
Pada awal pandemi covid-19, pelanggan Netflix bertambah 28,1 juta. Namun pada kuartal III 2020, hanya 2,2 juta dari jumlah tersebut...
AFP

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:45 WIB
ANGGOTA Dewan Keamanan PBB meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata baru di...
AFP

Polisi Thailand Selidiki Media

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:25 WIB
POLISI Thailand mengatakan telah memerintahkan penyelidikan terhadap empat media...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya