Selasa 04 Februari 2020, 12:18 WIB

Penerbangan ke Tiongkok ditunda nanti malam, Menhub Gelar Rapat

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Penerbangan ke Tiongkok ditunda nanti malam, Menhub Gelar Rapat

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

 

UNTUK menghindari virus korona baru, pemerintah telah memutuskan menunda penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai Rabu 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

Hal itu dibenarkan Menteri Perhubungan (Mehub) Budi Karya Sumadi ketika ditemui dalam Rapat Rencana Induk Transportasi Jabodetabek, Selasa (4/2) di Le Meridein Hotel, Jakarta.

Ia mengatakan rute penerbangan ke Tiongkok efektif ditunda atau diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

"Penerbangan ke China itu kita tunda ya, jadi nanti sewaktu-waktu bisa dibuka tapi tentu melalui evaluasi yang dilakukan juga. Ini berlaku untuk transit juga, sampai kapannya belum tahu kita harapkan tidak lama ya," kata Menhub Budi.

Baca juga : Hong Kong Konfirmasi Pasien Tewas Pertama akibat Virus Korona

Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan rapat internal dengan Ditjen Perhubungan Udara dan Ditjen Perhubungan Laut untuk membuat dasar ketentuan termasuk bentuk penyelesaian bagi konsumen yang sudah terlanjut membeli tiket.

Menurut Budi, keputusan ini mengikuti ketetapan WHO sebagai suatu dasar untuk bersikap menghadapi virus yang mematikan ini.

"Kalau berbicara tentang korona, ini kita mengikuti dengan ketetapan WHO sebagai dasar kita bersikap terutama berkaitan dengan transportasi," lanjut Budi.

Untuk mencari solusi lain, Budi pun menuturkan akan melakukan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo mengenai virus corona ini yang berdampak pada ekonomi.

Penerbangan ke Tiongkok, menurut Budi, nantinya dialihkan ke Australia dan Asia Selatan. "Wisatawan yang terlanjur punya tiket bisa jadi solusi, dipindakan penerbangannya ke Australia, Asia Selatan, seperti India itu cukup menarik dan para maskapai sudah memikirkan ke arah sana," pungkasnya. (Wan/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More