Selasa 04 Februari 2020, 11:47 WIB

Hong Kong Konfirmasi Pasien Tewas Pertama akibat Virus Korona

Fajar Nugraha | Internasional
Hong Kong Konfirmasi Pasien Tewas Pertama akibat Virus Korona

AFP/Anthony WALLACE
Seorang perempuan mengenakan masker tiba di Stasiun MTR Lo Wu dari Shenzhen, Tiongkok.

 

SEORANG pria meninggal di Hong Kong karena virus korona. Ini adalah kematian pertama di kota itu akibat virus mematikan dan yang kedua di luar daratan Tiongkok setelah Filipina.

“Pasien berusia 39 tahun yang dirawat di rumah sakit setelah terinfeksi, meninggal karena gagal jantung,” laporan media setempat, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (4/2).

Dia sebelumnya dilaporkan otoritas setempat terinfeksi virus yang muncul pertama kali pada Desember lalu.

“Pasien itu adalah kasus virus korona yang dikonfirmasi di Hong Kong dan didiagnosis pada 31 Januari,” kata situs berita HK01.

Rincian akan diumumkan pada konferensi pers Departemen Kesehatan dan Otoritas Rumah Sakit pada Selasa (4/2) sore, tambah laporan itu.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 425 Orang

Hong Kong memiliki 15 kasus dikonfirmasi dari virus korona, termasuk satu yang ditransmisikan secara lokal.

Kota itu adalah tempat kedua di luar daratan Tiongkok yang melaporkan kematian terkait virus tersebut.

Filipina sebelumnya mengonfirmasi kematian seorang pria Tiongkok dari Kota Wuhan, tempat virus itu pertama kali terdeteksi.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam, Senin (3/2) mengumumkan penangguhan 10 penyeberangan perbatasan dari 13 dengan Tiongkok daratan dalam upaya mengekang penyebaran virus korona baru. Ini menghentikan gelombang protes menuntut seluruh perbatasan ditutup.

Jumlah kematian yang dikonfirmasi dari wabah virus korona meningkat menjadi 427, setelah pihak berwenang di Provinsi Hubei melaporkan 64 kematian baru pada Selasa (4/2).

Ada juga peningkatan tajam dari mereka terinfeksi yang dikonfirmasi dengan 3.235 kasus baru, menjadikan total mencapai angka lebih dari 20.604 di seluruh dunia.

Korban tewas di daratan Tiongkok sekarang melampaui jumlah kematian akibat krisis sindrom pernapasan akut (SARS) yang parah dua dekade lalu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More