Selasa 04 Februari 2020, 11:15 WIB

Pendekatan Vegetatif, Pola Baru untuk Penanganan Longsor Bogor

mediaindonesia.com | Humaniora
Pendekatan Vegetatif, Pola Baru untuk Penanganan Longsor Bogor

Istimewa/KLHK
Presiden Jokowi bersama rombongan juga meninjau Desa Harkat Jaya dan Desa Pasir Madang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, pola baru dalam penangan pascabencana  telah dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dan Lebak, Banten.

Pola baru tersebut adalah menggabungkan pendekatan vegetatif atau penanaman pohon yang sesuai kondisi alam dan lahan serta pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan langsung masyarakat sekaligus diedukasi.

“Jadi ada yang baru yang diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo adalah menanggulangi bencana dan pemulihan lahan serta alam secara komprehensif dan terintegrasi dengan masyarakat,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Selasa (4/2).

Pola baru yang kerja mengenai penanganan darurat bencana alam telah dilaksanakan setelah Menteri Siti Nurbaya mendapat tugas dari Presiden pada 6 Januari 2020 terkait bencana longsor yang membawa korban dan merusak puluhan rumah warga di Bogor.

Untuk melihat perkembangan penanganan longsor di Bogorh, Presiden Jokowi bersama Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor Ade Yasin meninjau kembali wilayah yang terdampak longsor.

Untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana longsor, Presiden Jokowi bersama rombongan juga meninjau Desa Harkat Jaya dan Desa Pasir Madang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

“Setelah melihat di lapangan, sesuai arahan presiden, maka bisa dilihat dan diketahui betul di lapangan bahwa harus ditangani satu paket yakni rehabilitasi hutan dan lahan dan bangunan konservasi tanah dan air serta penanaman pohon,” ujar Siti Nurbaya..

Menurut Menteri LHK, dalam penanganan longsor di Bogor, tidak hanya pembuatan jalan oleh Kementerian PUPR untuk membuka aksers agar tidak isolasi, pemerintah juga memberi bantuan kepada para pengungsi berita makanan dan alat kesehatan serta bantuan untuk sekolah.

Presiden juga telah memerintahkan bagaimana menanami bentang alamnya yang sudah rusak dan harus diperbaiki dengan  ditanami pohon vetiver serta menjaga konservasi tanah dan air atau ekohidrolika.

"Ekohidrolika yaitu bagaimana mengkombinasi dalam mengelola bentang alam dan tata airnya pada bentang  alam dengan lereng yang curam," papar Siti Nurbaya.

Lebih lanjut Siti Nurbaya mengatakan KLHK menangani bentang alam dengan pembuatan bronjong berlapis. Bronjong tersebut dibuat masyarakat.

"Jadi artinya pada saat tanggap darurat, harus bersamaan dilakukan pembuatan dam penanahan air dan sedimen serta  penanganan tebing, dan penanaman pohon," kata Menteri LHK. (OL-09)

 

Baca Juga

Antara/Hafidz Mubarak

Presiden: Daerah Segera Laporkan Realokasi APBD

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 April 2020, 12:21 WIB
Laporan itu penting untuk mengetahui daerah yang siap menerapkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat di tengah...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Minta Penanganan Covid-19 Dipercepat

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 April 2020, 11:43 WIB
Mengingat kasus covid-19 di Indonesia semakin meluas, penanganan harus...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Cegah Covid-19, Dian Sastrowardoyo Ajak Bagikan Masker

👤mediaindonessia.com 🕔Senin 06 April 2020, 11:43 WIB
Aktris Dian Sastrowardoyo mengajak masyarakat semua memiliki tangung jawab dan memberi dukungan serta berpartisipasi dalam upaya menekan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya