Selasa 04 Februari 2020, 10:44 WIB

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 425 Orang

Deri Dahuri | Internasional
Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 425 Orang

Anthony WALLACE/AFP
Para demonstran di Hong Kong, Senin (3/3) membentangkan spanduk yang meminta pemerintah Hong Kong menutup perbatasan dengan Tiongkok.

 

BAK 'bola salju yang menggelinding' jumlah korban tewas akibat virus korona baru terus bertambah dari waktu ke waktu. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan jumlah tewas seiring dengan merebaknya virus korona yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei mencapai 425 orang.

Otoritas Tiongkok mengakui dalam penanganan wabah virus korona, pihaknya memiliki banyak 'kekurangan dan kesulitan'.  

Namun dalam menangani pasien virus korona yang tertambah, pemerintah Tiongkok mengatakan, Senin (3/2), bahwa pihaknya telah membangun 64 fasilitas kesehatan yang baru. Penambahan fasilitas kesehatan menjadi terbesar sejak diketahui wabah virus korona sejak Desember 2019 di Wuhan.

Baca juga : Kapal Pesiar Berpenumpang 3.500 Orang Dikarantina di Jepang

Kota Wuhan yang berada di Provinsi Hubei, telah dinyatakan ditutup selama lebih dari sepekan.     

Selain dilaporkan 425 orang meninggal akibat virus korona, otoritas Tiongkok juga melaporkan virus korona novel tipe baru telah menginfeksi 20.438 orang.     

Dengan kian mewabahnya virus korona di Wuhan, sejumlah negara telah mengevakuasi warga mereka. Tak hanya, beberapa negara juga melakukan pelarangan warganya untuk sementara waktu ke dan dari Tiongkok.  

Di luar Tiongkok, telah pula ditemukan 150 kasus virus korona di dua lusin negara. Amerika Serikat (AS) juga melaporkan kasus kedua penularan dari manusia ke manusia pada Senin (3/2).   

Taiwan evakuasi warga negaranya dari Wuhan

Pemerintah Tiawan telah mengevakuasi kelompok pertama warga negaranya yang jumlahnya 500 orang dari Wuhan.  

Tak hanya itu, Taiwan mengeluhkan kepada otoritas Tiongkok tidak merespons permintaan Taiwan yang ingin mengevakuasi warganya padahal Beijing justru mengizinkan warga negara asing dari sejumlah negara lainnya termasuk dari AS dan Inggris.

Dalam pernyataannya, Selasa (4/2), Dewan Hubungan Taiwan dengan Tiongkok Dartan mengatakan 247 orang telah tiba di bandara internasional Taipei pada Senin (3/3) dini hari. Warga negara Taiwan itu langsung masuk karatina dan mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi virus korona akan langsung dibawa ke rumah sakit.         

Tiongkok kritik sikap reaktif dari AS

Pada Selasa (4/2), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok meminta AS untuk tidak bertindak reaktif terhadap wabah korona virus yang terjadi di negaranya. Tiongkok meminta Washington dan masyarakat internasional untuk bekerja sama mengatasi epidemi virus korona.    

Dalam pernyataannya, juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan Beijing menerima tawaran berulang dari AS untuk membantu mengatasi wabah virus korona. Beijing berharap Washington akan segera memberi bantuan kepada Tiongkok.

Jepang mengarantina kapal pesiar di Yokohama 

Jepang telah melakukan karantina sebuah kapal pesiar yang membawa 3.500 orang setelah seorang penumpangnya positif terinfeksi virus korona saat berada di Hong Kong. 

Stasiun televisi setempat menayangkan video sejumlah petugas karatina meminta kapal pesiar Diamomod Princess masuk karatina di Yokohama pada Senin (3/2) malam.Tak hanya itu, 2.500 penumpang dan 1.000 kru kapal pesiar tersebut diperiksa kesehatan mereka.

Dilaporkan bahwa saat kapal pesiar Diamomod Princess bersandar di Hong Kong pada 25 Januari 2020, seorang penumpang yang berusia 80 tahun dinyatakan positif terinfeksi virus korona. (AFP/Aljazeera/OL-09)    

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More