Selasa 04 Februari 2020, 08:30 WIB

WHO Ramalkan Kasus Kanker Naik 80% di Negara Miskin

Basuki Eka Purnama | Humaniora
WHO Ramalkan Kasus Kanker Naik 80% di Negara Miskin

ANTARA/Dhoni Setiawan
Seorang bocah melihat formasi pita dari manusia saat Kampanye Kesadaran akan Kanker Payudara di Jakarta.

 

BADAN Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (4/2), memperingatkan bahwa kasus kanker berpeluang naik sebesar 81% di negara miskin dan menengah pada 2040 karena minimnya investasi di pencegahan dan perawatan pasien kanker.

WHO, dalam laporan terbaru mereka, mengatakan negara-negara miskin dan menegah dunia memfokuskan sumber daya mereka untuk memerangi penyakit menular serta kesehatan ibu dan anak ketimbang memerangi kanker.

Padahal, imbuh badan PBB itu, negara-negara itu merupakan negara dengan angka kematian kanker yang tinggi.

Baca juga: Empat Cara agar Diet Berhasil

"Ini adalah peringatan bagi kita smeua untuk memerangi kesenjangan penanganan kanker di negara kaya dan miskin," ujar Asisten Direktur Jenderal WHO Ren Minghui.

"Jika semua orang mendapatkan akses untuk perawatan dan sistem rujukan yang baik, kanker bisa dideteksi dini, dirawat secara efektif, dan disembuhkan. Kanker seharusnya tidak menjadi vonis mati bagi siapa pun dan dimana pun," imbuhnya.

Laporan yang dirilis WHO bersamaan dengan Hari Kanker Sedunia mengatakan bahwa investasi sebesar US$25 miliar selama satu dekade ke depan dapat menjelamatkan 7 juta orang dari kanker.

Laporan tahunan itu juga menemukan bahwa, secara keseluruhan, kasus kanker di dunia berpeluang naik 60% pada 2040.

Laporan itu juga menyebut rokok bertanggung jawab atas 25% kematian akibat kanker di dunia. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More