Selasa 04 Februari 2020, 07:10 WIB

Impor Pangan dari Tiongkok Disetop

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Impor Pangan dari Tiongkok Disetop

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (tengah) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) meninjau harga bawang putih.

 

KESIAPSIAGAAN Indonesia mengatasi merebaknya virus korona atau novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) tidak berhenti setelah pemerintah mengevakuasi 238 WNI dari Kota Wuhan dan sekitarnya di Provinsi Hubei, Tiongkok.

Mulai hari ini, pemerintah ­menyetop sementara impor makanan dan minuman dari Tiongkok ­untuk mencegah meruyaknya virus korona ke Tanah Air.

“Kita setop dulu pasokan makanan dan minuman dari Tiongkok. Ini antisipasi untuk mencegah penyebaran virus,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian pun memperketat pengawasan melalui seluruh kantor Badan Karantina Pertanian di bandar udara ataupun pelabuhan untuk meminimalisasi penyebaran virus korona lewat produk pangan asal Tiongkok atau negara lain yang berpotensi membawa wabah mematikan tersebut.

Selama ini, Indonesia mendatangkan beberapa produk makanan dan minuman dari Tiongkok. Berdasarkan data BPS, tahun lalu impor bawang putih dari ‘Negeri Tirai Bambu’ mencapai US$530 juta. Angka itu naik 7,37% jika dibandingkan dengan di 2018.

Nilai impor jeruk mandarin pada 2019 mencapai US$107,6 juta atau naik 703,71% dari tahun sebelumnya.

Soal berapa lama ­penghentian impor itu, menurut ­Menteri Agus, tergantung situasi dan perkembangan virus korona. “Dulu SARS sekitar sembilan bulan.”

Kendati demikian, pelaku usaha masih memiliki opsi untuk mendatangkan produk sejenis dari negara-negara lain. Misalnya, jeruk bisa diimpor dari Pakistan dan apel dari Australia atau Amerika Serikat.

Antisipasi lain dari pemerintah yang juga bersifat sementara, mulai pukul 00.00 WIB hari ini Kementerian Perhubungan menutup jalur penerbangan dari dan ke Tiongkok untuk waktu yang tidak ditentukan.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan pihak maskapai bisa menarik kembali tiket yang sudah dibeli calon penumpang sejak jauh hari. “Pilihannya tiket dikembalikan atau reroute ke ­destinasi lain.”

 

Tahapan

Hingga kemarin, jumlah total ­orang yang terinfeksi wabah virus korona di Tiongkok melampaui 17.200.

Komisi Kesehatan Nasional Tiong­kok melaporkan ada ­tambahan 57 korban meninggal. Dengan demikian, jumlah korban meninggal menjadi 361 orang.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan Indonesia sangat siap menangani wabah virus korona. Dia justru menilai pemberitaan atau informasi bohong (hoaks) terkait dengan korona memiliki dampak yang lebih berbahaya.

Saat ini, para WNI yang baru dievakuasi dari Tiongkok tinggal sementara di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Mereka dalam keadaan baik dan sehat.

Dok. Kemenkes

Ratusan warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Tiongkok melakukan senam bersama saat menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, kemarin.

 

“Mereka berolahraga dan makan bersama dalam situasi menyenangkan. Itu menunjukkan mereka sehat. Saya besok Rabu (5/2) kembali ke Natuna untuk mendampingi mereka,” ungkap Terawan.

Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada warga di Natuna yang berbesar hati menerima kedatangan ratusan WNI dari Wuhan, Tiongkok.

“Mereka yang dievakuasi itu sehat, tetapi perlu menjalani tahapan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan sebelum kembali ke keluarga,” tandas Jokowi seusai melakukan kegiatan penghijauan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, kemarin. (Van/Hld/Hym/Dro/Bay/Dhk/DW/RF/LD/TB/UL/X-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More