Senin 03 Februari 2020, 22:32 WIB

Transjakarta Targetkan Pendapatan Nontiket Sebesar Rp415 miliar

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Transjakarta Targetkan Pendapatan Nontiket Sebesar Rp415 miliar

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Bus Trans Jakarta

 

PT Transjakarta menargetkan pendapatan di luar tiket atau non fair box revenue melalui iklan sebesar Rp415 miliar di tahun ini. Komersialisasi tersebut dilakukan di semua unit bus serta mikrotrans yang dimiliki oleh PT Transjakarta.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta, Yoga Adiwinarto, pemasangan iklan itu berada di bus dan diupayakan di halte Transjakarta juga.

"Untuk yang bus sudah jalan. Signing fee sudah di 2019. 2020 ini pada bulan Maret akan mulai. Halte mungkin naming rights juga. Tapi belum, masih sedang dikaji," kata Yoga di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/1).

Sebelum dipasangi iklan di halte Transjakarta, Yoga menyebut pihaknya melakukan public announcement untuk menggaet mitra kerja. Ada enam halte yang sudah diizinkan memasang iklan tersebut. Yakni di Haltw CWS, Tosari, Bundaran HI, Cawang UKI, Pemuda Rawamangun, Lebak Bulus.

"Jadi, nanti bisa dilihat nih di halte-halte bus yang sudah dibranding ada public announcement, tapi belum iklan. Itu upaya kami menarik marketer dengan public campaign bahwa halte kami sudah siap dipasang iklan," kata Yoga.

Selain itu Transjakarta juga mulai melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh penumpang seperti musala dan toilet. Diketahui lokasi halte yang telah dilengkapi fasilitas tersebut diantaranya, halte Glodok, halte Monas, halte Tosari, halte BKN, halte Pemuda Rawamangun, halte Karet, halte Tendean, dan halte Patra Kuningan.

"Kami terus fokus mengembangkan layanan dan juga memperbaiki kualitas layanan kami. Sudah banyak di beberapa lokasi. Fasilitas itu ada di halte-halte besar yang sibuk dan banyak orang," tandas Yoga. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More