Senin 03 Februari 2020, 20:57 WIB

Usaha Berkembang Berkat Memiliki Sertifikat Tanah

Raja Suhud | Ekonomi
Usaha Berkembang Berkat Memiliki Sertifikat Tanah

IST/Kementerian ATR/BPN
Usaha tambak masyarakat di Kulon Progo yang mendapat tambahan modal dari bank dengan menjaminkan sertifikat tanah.

 

Sertifikat tanah tidak hanya sekadar buku hijau yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan.

Ratmono, Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan bahwa terbitnya sertifikat membawa dua implikasi.

"Pertama, kepastian pemegang hak atas tanah, kepastian letak tanah, batas dan luas bidang tanahnya. Dan kedua adalah untuk akses modal,” ungkapnya dalam kegiatan Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat, Kulon Progo, pekan lalu.

Agaknya dua hal ini telah dimanfaatkan oleh Mardiyanto (33), warga Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Lulusan SMK Muhammadiyah 2 Wates ini telah memanfaatkan sertifikat tanahnya untuk memperoleh tambahan modal usaha perikanan miliknya.

"Tiga bulan setelah sertifikat keluar, saya ambil pinjaman di BRI unit Pripih," ujarnya. Mardiyanto menggeluti usaha perikanan sejak lima tahun yang lalu. Pada awalnya Bapak dua putra ini mengembangkan usaha Gurame dan Lele di pekarangan miliknya. Dengan tambahan modal hasil menyekolahkan sertipikat tanahnya, Mardiyanto kini bisa menyewa 4 (empat) petak kolam untuk budidaya udang Vaname di Desa Pasirmedit, Kecamatan Temon.

"Gurame bisa dipanen kurang lebih setahun, kalau udang tiga bulan sudah dapat dipanen," ujarnya ketika ditanya mengapa melebarkan usahanya ke bidang usaha perikanan air payau ini. Sebelum mendapat suntikan modal, usaha Mardiyanto hanya beromzet Rp30 juta setahun.

Setelah mengembangkan usaha udang Vaname, omzet Mardiyanto saat ini sekitar sekitar Rp100 juta hingga Rp120juta pertiga bulan. Velum lagi ditambah usaha budidaya guramenya yang dapat dipanen setelah satu tahun.

Dalam laman website resminya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyampaikan pada media 2019 lalu ekonominya tumbuh 10,6%, angka pengangguran berkurang dari 3,8% menjadi 1,4%. Sektor yang digeluti Mardiyanto ini merupakan sektor penyumbang perekonomian terbesar. Data Kabupaten Kulon Progo, dalam angka menyebutkan bahwa 17,64% dari total Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo disumbangkan oleh sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Wirausaha andal lainnya dapat meniru jejak Mardiyanto. Aset tanahnya yang telah bersertifikat dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan modal. Sehingga pada akhirnya uang berputar dan tenaga kerja terserap. (RO/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More