Senin 03 Februari 2020, 20:34 WIB

14 Kecamatan di Sikka Diserang Ulat Grayak

Alexander P. Taum | Nusantara
14 Kecamatan di Sikka Diserang Ulat Grayak

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan memperlihatkan ulat grayak.

 

TANAMAN jagung milik petani yang berada di wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur diserang ulat grayak. Hama pada jagung ini sudah mewabah di 14 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Mauritz da Cunha melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kristianus Amstrong kepada wartawan, Senin (3/2) mengatakan, lahan yang ditanam jagung di 14 kecamatan seluas, 11.945 hektrae. Tanaman jagung yang diserang seluas, 2.066 hektare. Sedangkan, luas tanaman jagung yang terancam 8.393 hektare. Data yang masuk sementara ada 14 kecamatan yang diserang ulat grayak ini. Itupun data dari 7 kecamatan yang belum masuk di dinas," ujarnya.

Ia mengatakan, hama ulat grayak ini menyerang tanaman jagung yang baru berusia satu bulan ini terjadi hampir di semua kecamatan. Hingga saat ini ada beberapa wilayah yang hujan tidak turun. Oleh karena itu, dirinya telah menyarankan para petani untuk tidak menyemprotkan insektisida pada tanaman jagungnya. "Hujan tidak turun kita sering melakukan penyemprotan bisa berakibat jagung akan kering atau tanaman akan mati. Jadi kita sarankan kepada petani tunggu ada hujan baru melakukan penyemprotan pada
jagungnya," paparnya.

Ia menyampaikan, seandainya ada hujan dan ulatnya masih banyak, mereka berencana akan  menggerakkan semua elemen yang ada untuk turun bersama bagi wilayah-wilayah yang serangan hama yang tinggi. "Persoalan hama ini sudah kita sampaikan ke provinsi. Dan ada tanggapan dari provinsi dengan memberikan bantuan bahan kimia dan alat semprot ke kita. Barangnya sudah tiba di dinas." 

Sementara itu, anggota DPRD Sikka, Yosef Nong Soni mengatakan, kondisi ulat grayak yang menyerang tanaman jagung di Kabupaten Sikka saat ini sangat memprihatinkan. Dengan kondisi ini, katanya, pemerintah harus mencari jalan keluar apabila terjadi gagal panen atau rawan pangan. "Minimal pemerintah sudah berpikir untuk menyediakan stok pangan untuk antisipasi itu," ujar politisi NasDem ini. (0L-12)

Baca Juga

Dok.MI

Dua Pasien Covid-19 di Sidoarjo Meninggal Dunia

👤Heri Susestyo 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:01 WIB
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) akibat covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bertambah dua...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pedagang Wajib Jual Sembako Selama Pandemi Korona

👤Palce Amalo 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:57 WIB
Pedagang di Kabupaten Rote Ndao yang berjualan di pasar diwajibkan hanya menjual bahan kebutuhan pokok (sembako) sesuai harga yang berlaku...
 FOTO ANTARA/Anis Efizudin

Penutupan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Diperpanjang

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:50 WIB
Kawasan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ditutup mulai 23 Maret  hingga 29 Maret, Namun kemudian diperpanjang hingga 11 April...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya