Senin 03 Februari 2020, 20:24 WIB

Kementerian PUPR Rampungkan Pembukaan Akses Desa

Dede Susianti | Ekonomi
Kementerian PUPR Rampungkan Pembukaan Akses Desa

MI/Dede Susianti
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

 

KEMENTERIAN PUPR telah menyelesaikan pembukaan akses jalan menuju beberapa desa yang sempat terisolasi akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Rabu, 1 Januari 2020.

Untuk diketahui, akibat hujan deras sepanjang hari di malam pergantian tahun, Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor.

Hal itu disampaikan pada Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan yang kedua kali ke lokasi bencana di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (3/2).

Baca juga: Dihantam Badai, Nelayan Maharuddin belum ditemukan

Sejak kejadian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 30 Januari 2020, Kementerian PUPR telah menurunkan 16 kendaraan alat berat.

Pengerahan alat berat tersebut agar jalan utama menuju desa-desa yang terisolasi bisa diakses.

Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Kementerian PUPR, totalnya ada sebanyak 121 titik longsor pada akses 12 ruas jalan sepanjang 35,96 kilo meter, di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor sudah selesai dibuka.

Dua belas ruas jalan tersebut yakni, ruas jalan Desa Sukamulih-Desa Pasir Madang (2,3 km) sebanyak 9 titik longsor, Desa Pasir Madang-Desa Cileuksa (5,3 km) sebanyak 20 titik longsor, Desa Pasir Madang-Kampung Cibarani (3 km) sebanyak 22 titik longsor, Kampung Cileuksa Utara-Kampung Cileuksa Hilir (3,5 km) sebanyak 8 titik longsor, Desa Harkatjaya-Desa Kiarapandak (2,36 km) sebanyak 16 titik longsor. Kemudian ada Desa Kiarapandak-Desa Kiarasari (9,89 km) sebanyak 11 titik longsor, Kampung Parigi-Kampung Banar (1,16 km) sebanyak 8 titik longsor, Kampung Pasir Walang-Desa Pasir Madang (5,1 km) sebanyak 10 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Desa Cisarua (2,15 km) sebanyak 9 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Kampung Cibarani (1 km) sebanyak 7 titik longsor, dan Kampung Pasir Walang-Kampung Nyomplong (0,2 km) sebanyak 1 titik longsor.

Presiden Jokowi dalam tinjauannya ke Sukajaya Bogor kali ini mengatakan akan mendorong upaya pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana banjir dan longsor, di samping pendekatan fisik lewat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan tanggul bronjong penahan longsor.

"Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya yang tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan-pendekatan fisik saja. Bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga yang berkaitan dengan vegetatif seperti ini mulai kita dekati, sehingga ekosistem yang ada itu tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki. Misalnya, saya berikan contoh di Sukajaya ini," jelas Presiden di Kebun Bibit Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya.

Presiden berharap dengan dua pendekatan tersebut, bencana banjir dan longsor bisa diselesaikan dan tidak terulang kembali. Untuk itu ia meminta agar tanaman yang sudah ditanam hari ini tidak dicabut oleh masyarakat. Dia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.

"Jangan sampai tanah yang miring seperti ini, tanamannya dicabut karena fungsinya melindungi lahan. Di sini perbukitan. Dan hari ini kita mulai, yang ditanam bukan hanya vetiver, tapi ada buah-buahan durian, jambu, jengkol dan lain-lain," pungkas Presiden. (DD/A-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More