Senin 03 Februari 2020, 20:22 WIB

Presiden Minta Menteri PUPR Segera Urus Relokasi di Sukajaya

Dede Susianti | Nusantara
Presiden Minta Menteri PUPR Segera Urus Relokasi di Sukajaya

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo meninjau rehabilitasi lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hari ini.

 

PRESIDEN Jokowi dalam kunjungannya kembali ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (3/2), mengintruksikan percepatan relokasi korban.

Terkait itu, Jokowi meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin, segera menentukan lokasi relokasi warga Bogor yang terdampak banjir dan longsor. Hal itu agar segera dieksekusi oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena pada dasarnya pemerintah pusat sudah siap.

Relokasi diperlukan untuk menghindari terulangnya bencana yang sama kepada warga. Selain itu, lahan-lahan di Sukajaya masuk zona merah bencana.

Dikatakan Presiden, bila lahan relokasi sudah siap, pembangunan infrastrukturnya akan ditugaskan ke Kementerian PUPR untuk membangun rumah-rumah bagi warga yang direlokasi.

"Begitu land clearing, Kementerian PUPR masuk secepatnya. Kita sudah siap. Hanya tinggal penentuan lokasi di gubernur dan bupati," kata Presiden Jokowi.

Berdasarkan identifikasi sementara, setidaknya terdapat 2194 unit rumah warga terdampak banjir dan longsor yang harus direlokasi. Diperkirakan kebutuhan lahan untuk relokasi seluas 81,7 hektare dengan lahan yang tersedia sebagian dari milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka, sebagian milik perusahaan non PTPN, dan sisanya lahan milik masyarakat.

Presiden mengatakan, jika lahan yang akan digunakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), pemerintah pusat akan turun tangan.

"Kalau memang itu memakai lahan PTPN itu bagian dari pemerintah pusat. Perintahkan kepada Menteri BUMN agar segera diberikan. Secepat-cepatnya," ujar Presiden.

Selain pembukaan akses jalan dan kesiapan pembangunan hunian relokasi, Kementerian PUPR, melalui Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan berbagai sarana dan prasarana.

Untuk sarana air bersih dan sanitasi yakni Hidran Umum (HU) sebanyak 27 unit, toilet portable 5 unit, WC Knowckdown 2 set, biofil 1 unit, genset 5 unit, pompa alkon 4 unit, dan Pipa HDPE sepanjang 1.300 meter.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More