Selasa 04 Februari 2020, 00:55 WIB

Pertumbuhan Manufaktur Kecil Melesat

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Pertumbuhan Manufaktur Kecil Melesat

ANTARA
Industri Manufaktur

 

PERTUMBUHAN produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada 2019 menggembirakan. Kenaikannya mengalahkan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang.  IMK naik sebesar 5,80%, ­sedangkan industri manufaktur besar dan sedang hanya 4,01%.

“IMK mengalami peningkatan yang menggembirakan. Meskipun share-nya masih kecil, kita perlu memberikan perhatian lebih ­terhadap sektor ini karena mampu menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di ­Jakarta, kemarin.

Kenaikan terbesar sektor IMK terjadi pada industri komputer, barang elektronika dan optik, yakni 22,03%. Kemudian Industri percetakan dan reproduksi media rekaman naik 18,76 %. Terakhir, industri minuman naik 8,57 %.

Adapun industri yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi terbesar ialah industri peralatan listrik, turun 17,08%. Lalu industri logam dasar yang turun 15,41%. Terakhir, industri alat angkutan lainnya turun 3,89%.

Pada tingkat provinsi, pertumbuhan produksi IMK yang mengalami kenaikan tertinggi pada 2019 jika dibandingkan dengan di 2018 ialah Gorontalo yang naik 31,24%, Sulawesi Barat naik 28,30%, dan Nusa Tenggara Timur naik 23,76%.

Sebaliknya provinsi yang mengalami penurunan tertinggi pada 2019 jika dibandingkan dengan di 2018 ialah Maluku Utara, yang turun 3,54%.


Investasi manufaktur

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan investasi sektor industri manufaktur mencapai Rp216 triliun pada 2019, yang dinilai mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap capaian nilai investasi nasional.

Karena itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan akan mengatrol nilai investasi nasional dengan turut aktif mengajak dan mengawal sejumlah pelaku industri potensial agar segera merealisasikan investasi di ­Indonesia.

“Sesuai implementasi ­roadmap Making Indonesia 4.0, kami memprioritaskan pada lima sektor, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri elektronik, serta industri kimia,” kata Menperin lewat keterangan tertulisnya.

Adapun sumbangsih penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri sebesar Rp72,7 triliun atau 18,8% dari perolehan total PMDN yang berada di angka Rp386,5 triliun.

Di sisi lain, penanaman modal asing (PMA) di sektor industri menyentuh Rp143,3 triliun atau 33,8% dari perolehan total PMA yang mencapai Rp423,1 triliun.
Jadi, secara keseluruhan, ­sektor industri menggelontorkan dana hingga Rp216 triliun atau berkontribusi 26,7% dari total realisasi investasi di Indonesia senilai Rp809,6 triliun pada tahun lalu.

Lima sektor manufaktur yang menyumbang nilai investasi paling besar pada 2019 ialah industri logam dasar dengan capaian Rp58,3 triliun, diikuti industri makanan dan minuman Rp54 triliun, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia Rp23,5 triliun, industri barang galian bukan logam Rp10,7 triliun, serta industri kertas dan barang dari kertas Rp8,9 triliun.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan melindungi usaha kecil dan menengah Indonesia dari ­penetrasi asing. (Ant/E-1)

Baca Juga

MI/Muhamad Irfan

Ekspor Produk Perikanan Tetap Berjalan

👤Hila Julaika 🕔Rabu 01 April 2020, 12:55 WIB
Volume hasil perikanan yang diekspor sebesar 32.021,2 ton atau senilai Rp 194,6...
Antara/Hafidz Mubarak

Cegah Ekonomi Memburuk, Pemerintah Siapkan Skenario Khusus

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 01 April 2020, 12:41 WIB
Menghadapi dampak pandemi covid-19, pemerintah membuat dua skenario, yakni berat dan sangat...
Antara/Fouri Gesang Sholeh.

Dukung Cegah Covid-19, Bank UOB Terapkan Relaksasi Kredit

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 12:24 WIB
PT Bank UOBI menyatakan pihaknya sangat memahami pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang bervariasi kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya