Senin 03 Februari 2020, 19:32 WIB

Penutupan Ditunda, Beri Kesempatan 3000 WNI Pulang dari Tiongkok

Hilda Julaika | Internasional
Penutupan Ditunda, Beri Kesempatan 3000 WNI Pulang dari Tiongkok

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

 

SEBANYAK 3.000 warga negara Indonesia (WNI) saat ini masih berada di negara Tiongkok yang tengah diperhatikan dunia lantaran penyebaran virus korona. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diketahui akan menutup untuk sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok pada Rabu ini. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah membuka kesempatan WNI yang ingin kembali ke Indonesia.

"Menurut data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kira kira masih ada 3.000 WNI. Sebenarnya apa yang kita lakukan menunda penutupan jalur penerbangan sampai Rabu pukul 00.00 itu adalah upaya kita memberikan kesempatan WNI yang ada di Tiongkok maupun warga Tiongkok yang akan balik ke negaranya untuk digunakan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di kantor Kemenhub, Senin (3/2).

Menurut Budi, saat ini penerbangan yang tersisa terbilang cukup untul melakukan penerbangan. Karena ada yang melalui penerbangan langsung maupun transit. Namun, memang terdapat WNI yang masih yakin untuk bertahan di Tiongkok atau belum memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Namun, pemerintah menekankan masih memberikan kesempatan waktu bagi WNI.

"Tapi kan warga kita yang di sana, satu merasa belum harus pulang atau confidence ya kita serahkan ke mereka. Yang pasti nanti apabila ada WNI yang setelah Rabu 00.00 tetap di sana, suatu waktu mereka akan pulang, kita akan memikirkan caranya," jelasnya.

Adapun sejumlah maskapai yang bersedia melakukan penerbangan ini telah dipastikan ada. Budi menyebut salah satunya Garuda Indonesia yang sudah pasti melakukan penerbangan ke Guangzhou, Shanghai, dan Beijing dalam waktu penerbangan ke Tiongkok yang tersedia. Adapula maskapai Sriwijaya Air dan Lion Air yang siap melakukan penerbangan inim

"Sebenarnya semua maskapai sudah bersedia termasuk Garuda Indonesia, nanti dikaitkan dengan rute mana mereka biasa melakukan penerbangan itu. Seperti Garuda udah pasti ke Guangzhou, Shanghai, Beijing kan pasti ada. Nanti kota-kota yang kecil di selatan Tiongkok banyak diterbangi oleh Lion dan Sriwijaya karena memang kita punya hubungan untuk tourism ke Manado," paparnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More